Thursday, 13 March 2014

Uniknya Kreasi Patung dari Bahan Sendok dan Garpu

Tak ada yang menyangka bahwa peralatan dapur seperti sendok, garpu dan pisau ternyata bisa disulap menjadi karya artistik. Ya, seniman asal Amerika Serikat ini memanfaatkan bahan dasar alat dapur untuk membuat beberapa patung hewan.

Pria bernama Gary Hovey ini mengaku bahwa ia mulai mendapat ide untuk memanfaatkan barang-barang rumah tangga menjadi patung sejak 25 tahun yang lalu. Kala itu, ia melihat sebuah patung kuda yang dibuat dari bemper mobil karya seniman John Kearney. Sejak saat itu ia bertekad untuk belajar menguasai keterampilan logam dengan bekerja sebagai tukang las di industri baja dan besi.

Gary memulai seni membuat patung dari sendok dan garpu pada tahun 2004 silam. Ia mengaku menghabiskan 200 sendok dan garpu untuk membuat satu patung. Adapun jenis-jenis patungnya kebanyakan memiliki tema hewan semua seperti burung, gorila hingga naga.

"Tujuan terbesarku adalah masyarakat menilai patung hewanku dari penampilan bentuknya," ujar Gary. "Kemudian saat dilihat lebih dekat, mereka akan kaget mengetahui patung tersebut terbuat dari sendok, garpu dan pisau. Hal ini membawa kesenangan bagiku."

Hasil karyanya yang terbilang cukup unik tersebut ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli. Ia mengaku kini telah berhasil menjual lebih dari 100 patung dengan kisaran harga USD 50 (sekitar Rp 570 ribu) hingga USD 5000 (sekitar Rp 57 juta). Tak hanya itu saja, Gary juga berhasil mendapatkan berbagai penghargaan seni berkat patung buatannya tersebut.

Spoiler for 1. gak tau bentuknya apa:


Spoiler for 2. gorilla:


Spoiler for 3. beruang:


Spoiler for 4. burung hantu gan:


Spoiler for 5. ikan:


Spoiler for 6. ayam jago gan:


Spoiler for 7. rusa atau kijang yah? :bingungs:


Spoiler for 8. elang:


Spoiler for 10. ikan pedang:


Spoiler for 11. gajah gan:


Spoiler for 12. harimau? :bingungs:


Spoiler for 13. ikan dalam air gan:


Spoiler for 14. elang lagi? :bingungs:


Spoiler for 15. lumba-lumba:


Spoiler for 16. gak tau apaan :(:


Spoiler for 17. bulldog :D:


Spoiler for 18. gak tau apaan :(:


Spoiler for 20. anak kijang kali yah :D:



Source : http://goo.gl/kSP2xj

"Dugong" Mamalia Laut Yang Terancam Punah #SaveDugong !!

Assalamualaikum wr.wb

Sebuah berita yang mengejutkan kembali datang dari Ambon, Pasalnya populasi mamalia laut di laut Arafura menurun bahkan bisa dikatakan terancam punah.
menurut Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berkurangnya populasi Dugong di Laut Arafura disebabkan oleh pencemaran air bahkan eksploitasi yang berlebihan dikawasan perairan Laut Arafura. Yang biasanya Dugong dimanfaatkan daging ataupun bagian lainnya.


Quote: Quote: Penjelasan
Dugong atau biasa orang Indonesia menyebutnya ikan Duyung ini, binatang ini termasuk binatang laut paling Langka di Indonesia dan harus di Lindungi.
Duyung sendiri merupakan binatang Herbivora yang biasanya memakan rumput laut di padang lamun. Dugong memiliki badan yang cukup besar sekitar 2 - 3 Meter panjang tubuhnya dan berat 225 - 450 kg.
Duyung dapat ditemukan di Madagaskar,Afrika timur bahkan di Indonesia, namun para ilmuan mengatakan bahwa jumlah dugong ini tinggal 1.000 - 10.000 ekor dugong yang masih bertahan di perairan Indonesia. Dan angka itu masih dapat menurun lantaran banyaknya perburuan liar yang kini terjadi.


Quote:
Berita Tentang Kelangkaan Dugong !
Quote:
Ambon (Antara) - Populasi Mamalia laut "Dugong" di Laut Arafura terancam punah, kata Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Abdul Basid, di Ambon, Jumat.

"Ada laporan populasi Dugong di Arafura mulai menurun, bahkan terancam punah," katanya.

Abdul mengatakan populasi Dugong yang terancam punah, besar kemungkinan disebabkan oleh eksploitasi perikanan yang berlebihan di kawasan perairan Kepulauan Aru, yang menjadi sentra penangkapan ikan dan udang di wilayah Maluku.

"Banyak faktor yang bisa menjadi penyebab, bisa saja karena habitatnya rusak atau terganggu, tapi saya kira yang paling utama dikarena eksploitasi perikanan, apalagi Laut Arafura adalah pusat penangkapan Ikan," katanya.

Ia menjelaskan habitat Dugong adalah padang lamun. Sama seperti manusia, mamalia laut tersebut memiliki masa hidup yang cukup panjang, yakni 70 tahun namun tingkat reproduksinya rendah.
Untuk wilayah Maluku, Dugong banyak ditemukan di bagian barat laut perairan Aru, yakni di antara Kepulauan Kei dan Pulau Papua.

"Umurnya panjang tapi jika terlalu banyak yang ditangkap besar kemungkinan bisa punah karena tingkat reproduksinya sangat rendah," ujarnya.

Menurut Abdul, selain Dugong, populasi telur turami yang dihasilkan oleh ikan terbang di Laut Arafura juga mulai mengalami penurunan stok.

Untuk itu dalam waktu dekat, Balai Konservasi Biota Laut (BKBL) LIPI Ambon akan melakukan ekspedisi selama 10 hari ke Laut Arafura, guna memeriksa hidrologi Laut Arafura.

Ekspedisi ke perairan yang terletak di antara Australia dan Pulau Papua di Samudra Pasifik tersebut, merupakan yang kedua kalinya oleh LIPI setelah tahun 1980an.

"Laut Arafura memiliki tingkat kesuburan yang baik, tapi kami akan mengecek dua stasiun biologi LIPI yang ada di sana untuk bisa mengetahui kondisi terkininya, nantinya juga bisa diketahui penyebab berkurangnya populasi Dugong dan telur Turami," ucapnya.


Source : http://goo.gl/93lPo0

Dulu,Kalau punya handphone ini agan sudah boleh sombong

              Telepon seluler (ponsel) atau telepon genggam (telgam) atau handphone (HP) atau disebut pula adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless). Saat ini Indonesia mempunyai dua jaringan telepon nirkabel yaitu sistem GSM (Global System for Mobile Telecommunications) dan sistem CDMA (Code Division Multiple Access). Badan yang mengatur telekomunikasi seluler Indonesia adalah Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI).
Sumber : ID WikiPedia

Dulu, punya handphone ini orang sudah boleh sombong, Kalo Agan Dulu Punya HP yang Kaya Gimana ?

Quote:
Spoiler for CEKIDOT:

Dari waktu ke waktu, handphone mengalami perkembangan yang pesat. Sejak pertama kali diluncurkan, semua orang ingin memilikinya, bahkan beberapa di antaranya bangga saat sudah menggenggam handphone.

Padahal, kala itu handphone sangatlah sederhana dan tidak seperti sekarang yang penuh dengan inovasi dan kecanggihan. Jika smartphone zaman dulu dilahirkan kembali di masa sekarang, mungkin hanya kolektor saja yang akan memburunya, selebihnya tidak akan peduli.

Nah, berikut ini adalah beberapa ponsel yang dulunya pernah 'ngetop' alias jadul dan sempat membuat orang menjadi bangga. Simak jajaran handphone legendaris di bawah ini:


Spoiler for SIEMENS C35:
Quote:Ponsel yang rilis pada tahun 2000 silam ini sempat beken dan menjadi trendsetter. Beberapa artis kala itu bahkan pernah bangga menggunakan ponsel ini.




Spoiler for NOKIA 3310:
Quote:Siapa yang tak kenal dengan handphone yang satu ini? Sudah jelas, gema legenda ponsel ini cukup mendunia. Terkenal dengan ketangguhannya untuk daya tahan bantingan membuat handphone ini disukai banyak orang.


Spoiler for NOKIA 6600:
Quote:Inilah ponsel sejuta umat dari Nokia. Ponsel berbentuk seperti telur ini memang sangat memikat. DIluncurkan pada kuartal 4 tahun 2003 silam, ponsel ini unggul dengan resolusi 176x208p layarnya.


Spoiler for SAMSUNG S300:
Quote:Masih di tahun 2003, Samsung juga meluncurkan ponsel S300. Dengan model flip, ponsel ini tak terbatas dengan satu layar saja. Sebab memiliki layar kecil di bagian luar untuk memberitahu Anda di setiap notifikasi berupa SMS dan telepon.


Spoiler for NOKIA 3660:
Quote:Ini juga merupakan ponsel yang banyak digandrungi oleh banyak orang, khususnya para remaja. Dengan keunggulan keyboard fisik yang berbentuk lingkaran, ponsel ini menemukan pasar yang sangat tepat. Diluncurkan pada kuartal 4 tahun 2003 silam, perangkat ini beroperasi dengan Symbian OS v6.1.


Spoiler for NOKIA 7650:
Quote:Pada tahun 2002 silam, teknologi membuat perubahan besar dalam sejarah ponsel. Ini adalah salah satu bentuknya, yaitu dengan menghadirkan layar warna, ukuran besar, serta terintegrasi dengan kamera.

Tak khayal, Nokia 7650 menjadi idola kala itu.


Spoiler for MOTOROLA V3:
Quote:Tahun 2004, muncul ponsel tertipis dari Motorola, yaitu V3. Meski tubuhnya tipis, namun terlihat sangat elegan dan memiliki layar ganda. Kamera VGA, dan fitur yang menarik. Bahkan, ponsel ini sempat menjadi teman para artis di beberapa film di Indonesia.


Spoiler for Sony Ericsson W800i:
Quote:Pada tahun 2005, Sony meluncurkan ponsel Walkman pertama di dunia. Adalah Sony W800i, yang benar-benar mengagumkan, sebab memiliki tombol khusus untuk memutar musik. Di samping itu ada juga memori Stick yang membuatnya menjadi gadget yang sangat diidolakan.

Kini dengan hadirnya banyak smartphone, seakan ke-8 ponsel tadi tak berharga. Jika dulu orang bisa sombong dengan memiliki 8 ponsel tersebut, sekarang tidak lagi. Itulah perkembangan handphone yang membuat orang selalu tak pernah puas dengan keinginan dan kebutuhannya.
  Source : http://goo.gl/V2QQug

Tuesday, 25 February 2014

Begini 9 Cara Si Kecil Belajar Disiplin



Quote:


Quote:Anak-anak ibarat sebuah kertas putih yang masih polos dan belum banyak kesalahan pada setiap tindak tanduknya. Namun jangan anggap sepele soal kertas putih ini, apabila orang tua tidak memberikan atau mengajari catatan penting dalam kertas putih termasuk soal disiplin.

Psikolog keluarga Retno Pudjiati pada Tempo, Jumat 21 Februari 2014, memaparkan tentang tips supaya putra-putri Anda belajar disiplin sebagai berikut:


Quote:Quote:1. Aturan pemberian hadiah bila dia melakukan sesuatu yang baik
Quote:Namanya anak-anak pasti menyukai hadiah. Dan sebagai orang tua sering memberikan hadiah tanpa aturan yang jelas. Sebaiknya tanamkan sikap pemberian hadiah dan pujian hanya bisa dilakukan apabila si buah hati ini melakukan pekerjaan atau sesuatu yang baik. Misalnya sudah belajar matematikan mendapat nilai bagus untuk ulangan mata pelajaran ini. Atau bila si kecil tertib meletakan barang kesayangannya di tempat yang tepat. Membantu menyapu halaman, atau mengerjakan hal-hal yang ringan namun melatihnya untuk bersikap disiplin. Memberikan pujian dan hadiah untuk kebaikan yang dia lakukan lebih efektif untuk mendidiknya daripada menghukumnya saat dia salah.

Quote:Quote:2. Pahami soal aturan yang jelas yang sudah dibuat dan diterapkan
Quote:Dengan memberikan aturan yang jelas bagi si kecil, tentunya Anda bisa langsung memperingatkan apabila dia melakukan kesalahan. Beda halnya jika Anda tidak membuat peraturan tersebut, dan si anak tidak tahu tetapi sebagai orang tua sering egois dan ngotot demi menerapkan wewenang yang salah ini. Hal sepintas sepele ini secara tak langsung mengajari sebagai orang tuapun Anda tak menerapkan dan mengajari dengan baik soal disiplin.

Quote:Quote:3.Disarankan orang tua jangan egois
Quote:Keras hati orang tua atau bersikap egois sering terjadi ketika merasa kurang sabar untuk menerapkan dan mengajari si anak soal disiplin. Akibatnya orang tua sering marah dan kesal. Jangan turuti hal ini, sebaiknya tetap bersabar hati dan pelan-pelan mengajari buah hati tentang disiplin

Quote:Quote:4.Jangan mengajak anak berdebat bila dia mengabaikan dan melanggar soal disiplin
Quote:Sekali lagi kesalahan orang tua karena merasa paling benar, ketika buah hatinya sudah diajari displin tapi dilanggar bahkan diabaikan. Hebohnya lagi si anak dipaksa untuk mengajukan alasan hingga berdebat panjang. Sikap ini justru akan memadamkan nilai disiplin yang pelan sudah mulai tertanam tapi langsung hilang dan si anak bisa merasa antipati dengan disiplin.


Quote:Quote:5.Tetap konsisten dengan peraturan yang Anda buat
Quote:Melihat putra-putri Anda senang, pastinya membuat orang tua bahagia. Namun, jangan sampai hal ini membuat peraturan yang Anda buat mengendur. Jika si anak ingin bermain Play Station melebihi waktu yang ditentukan, jangan ragu untuk membuatnya disiplin. Yang perlu diingat mereka belum benar-benar bisa menghandle dan mengatur kegiatannya, dan orang tua yang lebih mengetahui tentang hal itu.


Quote:Quote:6. Menerapkan perjanjian bersama buah hati
Quote:Soal disiplin meski tampak sepele ada baiknya si kecil juga ikut serta dalam menentukan konsekuensi apa yang akan didapatkan jika mereka berbuat salah atau tidak disiplin. Sebagai orang tua harus mengingatkan tentang konsekuensi ini jika anak mulai tidak konsisten dengan kewajiban-kewajibannya. Apabila si anak melanggar, orangtua juga harus tegas dalam menjalankan konsekuensi tersebut.



Quote:Quote:7.Orang tua mesti mendisiplinkan diri
Quote:Satu cara yang paling mudah dilakukan untuk belajar adalah meniru. Orang tua adalah yang paling sering mereka temui dan amati setiap harinya, itulah mengapa perilaku anak tidak pernah jauh dari orang tuanya. Maka dari itu, coba berikan contoh yang baik, buat diri Anda disiplin terlebih dahulu sebelum mendisiplinkan putra-putri Anda.

Quote:Quote:8.Memberi pengertian dan penjelasan tentang pentingnya sikap disiplin
Quote:Jangan sampai anak Anda merasa terpaksa dalam menjalankan aturan-aturan yang Anda telah disepakati bersama. Secara perlahan, jelaskan pada si kecil mengenai pentingnya sikap disiplin baik dalam kehidupan mereka sendiri saat ini, maupun di masa depan saat mereka dewasa. Tanamkan ke si kecil mengenai disiplin sedini mungkin. Pasti akan lebih nyaman jika mereka mau menerapkan sendiri sikap disiplin tanpa paksaan.


Quote:Quote:9. Mengingatkan disiplin itu keras dan bermanfaat untuk kehidupan si kecil
Quote:Dengan mendidik anak untuk disiplin, artinya sebagai orang tua telah membiasakan untuk hidup dengan bekerja keras. Hal ini yang harus digarisbawahi dan mengatakan tentang hidup yang akan mereka hadapi nanti. Sebaiknya jangan buai mereka dengan kemudahan-kemudahan yang hanya akan membuat mereka cengeng dan tidak tangguh

Source : http://adf.ly/e3csr

[Misteri] Si Manis Jembatan Ancol : Dalam Ilmu Sains ?
















Hantu merupakan sosok dari masa lalu, yang bisa terlihat pada saat ini. Penampakan Hantu, terutama dalam bentuk manusia yang telah meninggal, terkadang membuat rasa takut. bagi mereka yang melihatnya.

Di Indonesia ada beberapa jenis Hantu yang populer, di antaranya Si Manis Jembatan Ancol, Sundel Bolong, Genderuwo serta Tuyul. Keberadaan mereka selalu diselubungi dengan aroma mistis, dan dibumbui oleh cerita-cerita yang menyeramkan.



Bagaimana kemunculan Hantu dalam Ilmu Sains... ?

Di dalam bukunya ”Spookisma”, DR. M. Mannico mencoba menganalisa Fenomena Hantu ini :

Spoiler for cekidooot:

Ruangan yang jarang sekali di kunjungi orang, terdapat suatu zat yang di namakan zat ”Eather perekam”. Zat ini mempunyai kemampuan merekam segala bentuk kejadian, baik berbentuk rupa, bau ataupun suara.

Elecktron-proton-neutron yang berkumpul di dalam atom mempunyai sifat merekam. Bahkan atom terdapat di dalam diri manusia , seperti dalam otak, hati, mata, kulit, syaraf-syaraf, telinga dan bagian tubuh yang lain nya.



Jika atom rekaman berkumpul di dalam satu ruangan, yang kebetulan di dalam ruangan tersebut terjadi satu kejadian atau peristiwa. Maka dalam satu waktu di masa mendatang, atom-atom akan memunculkan rekaman suara atau bentuk penampakan, sebagaimana yang dulu pernah terjadi peristiwa di tempat tersebut.

Penampakan tersebut akan timbul dari waktu tertentu dengan mengeluarkan suara atau menampakan dalam bentuk rupa yang tidak berubah. Hanya saja semakin lama akan makin menghilang (rusak)

WaLlahu a’lamu bishshawab

Source : http://adf.ly/e3csr

Sudahkah kita bebas Korupsi ? 2

HARI ANTI KORUPSI, AKSI DI TENGAH KEPUNGAN SELEBRASI



Kemarin, 9 desember 2013 diperingati di seluruh dunia sebagai hari anti korupsi sedunia, dimana Indonesia, menurut laporan transparency International mendapatkan indeks tranparansi dan bebas korupsi di posisi 118 dunia, atau nomor 7 di asia tenggara. Indonesia berada di bawah Singapura, Brunei, Malaysia, thailand, filipina, dan timor leste. Ya, di bawah TIMOR LESTE!!! Hal ini ti9dak aneh jika kita menilik kasus-kasus korupsi besar yang ada di Indonesia saat ini, mulai dari BLBI yang tidak pernah jelas, Century yang selalu menerawang, dan hambalang yang akhirnya untuk pertama kali seorang menteri aktif dijadikan tersangka. Belum lagi laporan hampir setengah APBN Indonesia yang mencapai 1600 trilyun ini habis di tengah jalan untuk biaya korupsi birokrasi. how dare we are!!!

Di tengah carut marut perkorupsian ini, kemarin kita memperingati hari anti korupsi sedunia. Semua pejabat berlomba-lomba untuk tampil di depan dalam peringatan ini, seolah mereka ingin menunjukkan perannya dalam pemberantasan korupsi Indonesia. THAT IS NOT ENAUGH, SIR!! Setiap tahun, tanggal 9 Desember hari anti korupsi dioeringati di Indonesia, namun setiap tahun juga indeks anti korupsi indonesia menurun dan kasus korupsi semakin tidak jelas.

Lalu apa yang harus dilakukan negara ini? KPK yang selama ini menjadi harapan bangsa ini, ternyata menurut salah satu anggota DPR, dalam sebuah episode ILC menyampaikan bahwa sudah terpecah di taraf pimpinan. Praktis, hanya Abraham Samad(yang mengenakan kopiah haji saat mengumumkan tersangkanya AS) yang keras harus membongkar kasus korupsi ini. kepada siapa hendaknya kita berharap? Sering terdengar selentingan untuk memotong satu generasi birokrat di negara ini agar generasi berikutnya yang akan memimpin birokrasi sudah terbebas dari tradisi korup ini. Ya, tradisi, itulah kelebihan bangsa ini, yang di saat bersamaan menjadi kelemahannya(mungkin akan kita bahas di tulisan lain). tapi harapan ini terlalu muluk. Ada juga yang mengatakan sistemnya yang harus kita ubah. Demokrasi bukanlah sistem terbaik untuk Indonesia, dan kekhilafahan akan membuat kondisi jauh lebih baik. SEPAKAT DENGAN PENDAPAT INI!! tapi, melihat kondisi sekarang, kekhilafahan sepertinya masih butuh waktu untuk meyakinkan pejabat-pejabat birokrasi untuk sependapat dengan ini. Lalu apa??? mantan ketua PP Muhammadiyah dari Sumpur Kudus, Prof. Syafi'i Ma'arif pernah mengatakan, jikalau dalam Islam dibolehkan berputus asa, maka beliau sudah putus asa terhadap solusi permasalahan Indonesia saat ini.

Maka satu-satunya solusi yang dapat semua orang lakukan saat ini adalah mulai dari diri sendiri. Mulailah kembali kepada muhasabah masing-masing diri. Sudahkah kita yang sering berteriak antikorupsi ini terbebas dari korupsi? korupsi waktu terlambat ke tempat kerja atau titip abse saat kuliah? korupsi tenaga dan pikiran? mari kita mulai dari diri sendiri, perlahan ke keluarga kita, dan insyaallah Indonesia yang lebih baik tidak akan terlalu lama kita menunggunya!!

sekali lagi, Selamat hari anti korupsi sedunia!!!
CEREMONY IS NOT ENOUGH, IT NEEDS AN ACTION!!!!



Quote:Membangun Indonesia Bebas Korupsi
Dapat dilakukan dengan cara :

Koreksi diri

Membangun budaya bebas korupsi harus dimulai dari diri masing-masing. Maka, tidak perlu menyoroti orang lain, tetapi melakukan koreksi diri. Sudahkah pribadiku bebas dari budaya korupsi? Korupsikah aku? Setiap pribadi ditantang untuk menjawab pertanyaan ini dan diharapkan disertai dengan langkah nyata. Bila sebagai pribadi aku melakukan korupsi, inilah saat yang tepat untuk berhenti!
Di Indonesia korupsi begitu subur dan mengakar dalam dan luas di berbagai bidang, struktural, sosial, ekonomi, maupun keagamaan! Bahkan, di lingkungan pengadilan dan Mahkamah Agung pun terindikasi terjadi praktik korupsi
Karena itu, di Indonesia, korupsi sudah berwajah multiganda, begitu rumit, kompleks, dan kusut untuk diurai! Ia tidak hanya merusak level suprastruktur, tetapi ke infrastruktur.
Untuk itu, sinergi berbagai unsur dan kalangan untuk membebaskan bangsa ini dari praktik korupsi amat mendesak diwujudkan. Pemerintah dan pengadilan harus menjadi pelopor untuk melakukannya. Masyarakat wajib mendukung gerakan ini.
Setiap pribadi merupakan anggota masyarakat yang harus terus membuat koreksi diri, jangan-jangan telah terjerat perilaku koruptif. Untuk itu, perlu membangun kesadaran budaya bebas korupsi mulai dari diri sendiri!

Masalah budaya

Masalah korupsi adalah masalah budaya. Ia berakar pada lemahnya mekanisme kontrol, baik dari pemerintah maupun masyarakat umumnya.
Korupsi menjadi persoalan budaya. Karena itu, dibutuhkan penyadaran dan penataan kembali sikap hidup dengan mengedepankan pendidikan nilai-nilai kejujuran, keikhlasan, dan keterbukaan. Keserakahan mesti dilawan dengan keugaharian dan keikhlasan. Ketidakjujuran mesti diretas dengan kejujuran. Ketertutupan mesti dikalahkan dengan keterbukaan.
Salah satu langkah efektif untuk memberantas korupsi adalah meningkatkan sistem dan mekanisme kontrol dengan mengedepankan rasa keadilan dan penegakan hukum! Dalam arti ini, sinyalemen bahwa penanganan masalah korupsi bersifat pilih kasih harus dicermati! Konkretnya, pemberatasan korupsi harus tanpa pandang bulu!
Untuk itu, pemerintah dan seluruh aparat mesti konsisten dalam memberantas korupsi. Konsistensi, keseriusan, dan sikap tidak pandang bulu dalam memberantas korupsi akan meningkatkan kepercayaan publik bahwa kita telah membangun habitus baru dengan menghadirkan good governance bagi masyarakat!


Kekuasaan

Akar penyebab korupsi adalah nafsu untuk hidup bermewah-mewah di kalangan kelompok yang berkuasa. Undang-Undang Antikorupsi, UU No 31/1999, korupsi merupakan penyalahgunaan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri, menghasilkan kerugian kekayaan negara. Betapa erat kaitan korupsi dengan kekuasaan.
Konsekuensi logis rumusan yuridis-konstitusional itu ialah strategi pemberantasan korupsi harus dimulai dengan menciptakan pemerintahan bersih, berwibawa, transparan, dan akuntabel. Mengapa pemerintah? Karena merekalah yang de facto dan de jure mempunyai kekuasaan!
Dalam konteks ini, upaya Presiden Yudhoyono memberantas korupsi secara serius pantas didukung. Program pemberantasan korupsi begitu gencar! Hasilnya mulai tampak. Sejumlah warga, pejabat pemerintah, anggota DPRD, pejabat bank, pebisnis diperiksa, ditahan, dan diadili. Prosesnya masih berjalan. Kita menunggu hasilnya.
Hasil yang baik akan semakin meneguhkan upaya membangun budaya bebas korupsi. Budaya bebas korupsi akan makin nyata jika setiap unsur masyarakat, pengusaha, dan penguasa terbebas dari perbuatan buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian, melanggar norma agama, sosial, dan hukum! Untuk itu, diperlukan cara berpikir, bertindak, berperilaku, dan berelasi yang baru di dalam keluarga, masyarakat, di kantor, di pemerintahan, di mana pun!

Source : HARI ANTI KORUPSI, AKSI DI TENGAH KEPUNGAN SELEBRASI



Kemarin, 9 desember 2013 diperingati di seluruh dunia sebagai hari anti korupsi sedunia, dimana Indonesia, menurut laporan transparency International mendapatkan indeks tranparansi dan bebas korupsi di posisi 118 dunia, atau nomor 7 di asia tenggara. Indonesia berada di bawah Singapura, Brunei, Malaysia, thailand, filipina, dan timor leste. Ya, di bawah TIMOR LESTE!!! Hal ini ti9dak aneh jika kita menilik kasus-kasus korupsi besar yang ada di Indonesia saat ini, mulai dari BLBI yang tidak pernah jelas, Century yang selalu menerawang, dan hambalang yang akhirnya untuk pertama kali seorang menteri aktif dijadikan tersangka. Belum lagi laporan hampir setengah APBN Indonesia yang mencapai 1600 trilyun ini habis di tengah jalan untuk biaya korupsi birokrasi. how dare we are!!!

Di tengah carut marut perkorupsian ini, kemarin kita memperingati hari anti korupsi sedunia. Semua pejabat berlomba-lomba untuk tampil di depan dalam peringatan ini, seolah mereka ingin menunjukkan perannya dalam pemberantasan korupsi Indonesia. THAT IS NOT ENAUGH, SIR!! Setiap tahun, tanggal 9 Desember hari anti korupsi dioeringati di Indonesia, namun setiap tahun juga indeks anti korupsi indonesia menurun dan kasus korupsi semakin tidak jelas.

Lalu apa yang harus dilakukan negara ini? KPK yang selama ini menjadi harapan bangsa ini, ternyata menurut salah satu anggota DPR, dalam sebuah episode ILC menyampaikan bahwa sudah terpecah di taraf pimpinan. Praktis, hanya Abraham Samad(yang mengenakan kopiah haji saat mengumumkan tersangkanya AS) yang keras harus membongkar kasus korupsi ini. kepada siapa hendaknya kita berharap? Sering terdengar selentingan untuk memotong satu generasi birokrat di negara ini agar generasi berikutnya yang akan memimpin birokrasi sudah terbebas dari tradisi korup ini. Ya, tradisi, itulah kelebihan bangsa ini, yang di saat bersamaan menjadi kelemahannya(mungkin akan kita bahas di tulisan lain). tapi harapan ini terlalu muluk. Ada juga yang mengatakan sistemnya yang harus kita ubah. Demokrasi bukanlah sistem terbaik untuk Indonesia, dan kekhilafahan akan membuat kondisi jauh lebih baik. SEPAKAT DENGAN PENDAPAT INI!! tapi, melihat kondisi sekarang, kekhilafahan sepertinya masih butuh waktu untuk meyakinkan pejabat-pejabat birokrasi untuk sependapat dengan ini. Lalu apa??? mantan ketua PP Muhammadiyah dari Sumpur Kudus, Prof. Syafi'i Ma'arif pernah mengatakan, jikalau dalam Islam dibolehkan berputus asa, maka beliau sudah putus asa terhadap solusi permasalahan Indonesia saat ini.

Maka satu-satunya solusi yang dapat semua orang lakukan saat ini adalah mulai dari diri sendiri. Mulailah kembali kepada muhasabah masing-masing diri. Sudahkah kita yang sering berteriak antikorupsi ini terbebas dari korupsi? korupsi waktu terlambat ke tempat kerja atau titip abse saat kuliah? korupsi tenaga dan pikiran? mari kita mulai dari diri sendiri, perlahan ke keluarga kita, dan insyaallah Indonesia yang lebih baik tidak akan terlalu lama kita menunggunya!!

sekali lagi, Selamat hari anti korupsi sedunia!!!
CEREMONY IS NOT ENOUGH, IT NEEDS AN ACTION!!!!



Quote:Membangun Indonesia Bebas Korupsi
Dapat dilakukan dengan cara :

Koreksi diri

Membangun budaya bebas korupsi harus dimulai dari diri masing-masing. Maka, tidak perlu menyoroti orang lain, tetapi melakukan koreksi diri. Sudahkah pribadiku bebas dari budaya korupsi? Korupsikah aku? Setiap pribadi ditantang untuk menjawab pertanyaan ini dan diharapkan disertai dengan langkah nyata. Bila sebagai pribadi aku melakukan korupsi, inilah saat yang tepat untuk berhenti!
Di Indonesia korupsi begitu subur dan mengakar dalam dan luas di berbagai bidang, struktural, sosial, ekonomi, maupun keagamaan! Bahkan, di lingkungan pengadilan dan Mahkamah Agung pun terindikasi terjadi praktik korupsi
Karena itu, di Indonesia, korupsi sudah berwajah multiganda, begitu rumit, kompleks, dan kusut untuk diurai! Ia tidak hanya merusak level suprastruktur, tetapi ke infrastruktur.
Untuk itu, sinergi berbagai unsur dan kalangan untuk membebaskan bangsa ini dari praktik korupsi amat mendesak diwujudkan. Pemerintah dan pengadilan harus menjadi pelopor untuk melakukannya. Masyarakat wajib mendukung gerakan ini.
Setiap pribadi merupakan anggota masyarakat yang harus terus membuat koreksi diri, jangan-jangan telah terjerat perilaku koruptif. Untuk itu, perlu membangun kesadaran budaya bebas korupsi mulai dari diri sendiri!

Masalah budaya

Masalah korupsi adalah masalah budaya. Ia berakar pada lemahnya mekanisme kontrol, baik dari pemerintah maupun masyarakat umumnya.
Korupsi menjadi persoalan budaya. Karena itu, dibutuhkan penyadaran dan penataan kembali sikap hidup dengan mengedepankan pendidikan nilai-nilai kejujuran, keikhlasan, dan keterbukaan. Keserakahan mesti dilawan dengan keugaharian dan keikhlasan. Ketidakjujuran mesti diretas dengan kejujuran. Ketertutupan mesti dikalahkan dengan keterbukaan.
Salah satu langkah efektif untuk memberantas korupsi adalah meningkatkan sistem dan mekanisme kontrol dengan mengedepankan rasa keadilan dan penegakan hukum! Dalam arti ini, sinyalemen bahwa penanganan masalah korupsi bersifat pilih kasih harus dicermati! Konkretnya, pemberatasan korupsi harus tanpa pandang bulu!
Untuk itu, pemerintah dan seluruh aparat mesti konsisten dalam memberantas korupsi. Konsistensi, keseriusan, dan sikap tidak pandang bulu dalam memberantas korupsi akan meningkatkan kepercayaan publik bahwa kita telah membangun habitus baru dengan menghadirkan good governance bagi masyarakat!


Kekuasaan

Akar penyebab korupsi adalah nafsu untuk hidup bermewah-mewah di kalangan kelompok yang berkuasa. Undang-Undang Antikorupsi, UU No 31/1999, korupsi merupakan penyalahgunaan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri, menghasilkan kerugian kekayaan negara. Betapa erat kaitan korupsi dengan kekuasaan.
Konsekuensi logis rumusan yuridis-konstitusional itu ialah strategi pemberantasan korupsi harus dimulai dengan menciptakan pemerintahan bersih, berwibawa, transparan, dan akuntabel. Mengapa pemerintah? Karena merekalah yang de facto dan de jure mempunyai kekuasaan!
Dalam konteks ini, upaya Presiden Yudhoyono memberantas korupsi secara serius pantas didukung. Program pemberantasan korupsi begitu gencar! Hasilnya mulai tampak. Sejumlah warga, pejabat pemerintah, anggota DPRD, pejabat bank, pebisnis diperiksa, ditahan, dan diadili. Prosesnya masih berjalan. Kita menunggu hasilnya.
Hasil yang baik akan semakin meneguhkan upaya membangun budaya bebas korupsi. Budaya bebas korupsi akan makin nyata jika setiap unsur masyarakat, pengusaha, dan penguasa terbebas dari perbuatan buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian, melanggar norma agama, sosial, dan hukum! Untuk itu, diperlukan cara berpikir, bertindak, berperilaku, dan berelasi yang baru di dalam keluarga, masyarakat, di kantor, di pemerintahan, di mana pun!
  Source:
HARI ANTI KORUPSI, AKSI DI TENGAH KEPUNGAN SELEBRASI



Kemarin, 9 desember 2013 diperingati di seluruh dunia sebagai hari anti korupsi sedunia, dimana Indonesia, menurut laporan transparency International mendapatkan indeks tranparansi dan bebas korupsi di posisi 118 dunia, atau nomor 7 di asia tenggara. Indonesia berada di bawah Singapura, Brunei, Malaysia, thailand, filipina, dan timor leste. Ya, di bawah TIMOR LESTE!!! Hal ini ti9dak aneh jika kita menilik kasus-kasus korupsi besar yang ada di Indonesia saat ini, mulai dari BLBI yang tidak pernah jelas, Century yang selalu menerawang, dan hambalang yang akhirnya untuk pertama kali seorang menteri aktif dijadikan tersangka. Belum lagi laporan hampir setengah APBN Indonesia yang mencapai 1600 trilyun ini habis di tengah jalan untuk biaya korupsi birokrasi. how dare we are!!!

Di tengah carut marut perkorupsian ini, kemarin kita memperingati hari anti korupsi sedunia. Semua pejabat berlomba-lomba untuk tampil di depan dalam peringatan ini, seolah mereka ingin menunjukkan perannya dalam pemberantasan korupsi Indonesia. THAT IS NOT ENAUGH, SIR!! Setiap tahun, tanggal 9 Desember hari anti korupsi dioeringati di Indonesia, namun setiap tahun juga indeks anti korupsi indonesia menurun dan kasus korupsi semakin tidak jelas.

Lalu apa yang harus dilakukan negara ini? KPK yang selama ini menjadi harapan bangsa ini, ternyata menurut salah satu anggota DPR, dalam sebuah episode ILC menyampaikan bahwa sudah terpecah di taraf pimpinan. Praktis, hanya Abraham Samad(yang mengenakan kopiah haji saat mengumumkan tersangkanya AS) yang keras harus membongkar kasus korupsi ini. kepada siapa hendaknya kita berharap? Sering terdengar selentingan untuk memotong satu generasi birokrat di negara ini agar generasi berikutnya yang akan memimpin birokrasi sudah terbebas dari tradisi korup ini. Ya, tradisi, itulah kelebihan bangsa ini, yang di saat bersamaan menjadi kelemahannya(mungkin akan kita bahas di tulisan lain). tapi harapan ini terlalu muluk. Ada juga yang mengatakan sistemnya yang harus kita ubah. Demokrasi bukanlah sistem terbaik untuk Indonesia, dan kekhilafahan akan membuat kondisi jauh lebih baik. SEPAKAT DENGAN PENDAPAT INI!! tapi, melihat kondisi sekarang, kekhilafahan sepertinya masih butuh waktu untuk meyakinkan pejabat-pejabat birokrasi untuk sependapat dengan ini. Lalu apa??? mantan ketua PP Muhammadiyah dari Sumpur Kudus, Prof. Syafi'i Ma'arif pernah mengatakan, jikalau dalam Islam dibolehkan berputus asa, maka beliau sudah putus asa terhadap solusi permasalahan Indonesia saat ini.

Maka satu-satunya solusi yang dapat semua orang lakukan saat ini adalah mulai dari diri sendiri. Mulailah kembali kepada muhasabah masing-masing diri. Sudahkah kita yang sering berteriak antikorupsi ini terbebas dari korupsi? korupsi waktu terlambat ke tempat kerja atau titip abse saat kuliah? korupsi tenaga dan pikiran? mari kita mulai dari diri sendiri, perlahan ke keluarga kita, dan insyaallah Indonesia yang lebih baik tidak akan terlalu lama kita menunggunya!!

sekali lagi, Selamat hari anti korupsi sedunia!!!
CEREMONY IS NOT ENOUGH, IT NEEDS AN ACTION!!!!



Quote:Membangun Indonesia Bebas Korupsi
Dapat dilakukan dengan cara :

Koreksi diri

Membangun budaya bebas korupsi harus dimulai dari diri masing-masing. Maka, tidak perlu menyoroti orang lain, tetapi melakukan koreksi diri. Sudahkah pribadiku bebas dari budaya korupsi? Korupsikah aku? Setiap pribadi ditantang untuk menjawab pertanyaan ini dan diharapkan disertai dengan langkah nyata. Bila sebagai pribadi aku melakukan korupsi, inilah saat yang tepat untuk berhenti!
Di Indonesia korupsi begitu subur dan mengakar dalam dan luas di berbagai bidang, struktural, sosial, ekonomi, maupun keagamaan! Bahkan, di lingkungan pengadilan dan Mahkamah Agung pun terindikasi terjadi praktik korupsi
Karena itu, di Indonesia, korupsi sudah berwajah multiganda, begitu rumit, kompleks, dan kusut untuk diurai! Ia tidak hanya merusak level suprastruktur, tetapi ke infrastruktur.
Untuk itu, sinergi berbagai unsur dan kalangan untuk membebaskan bangsa ini dari praktik korupsi amat mendesak diwujudkan. Pemerintah dan pengadilan harus menjadi pelopor untuk melakukannya. Masyarakat wajib mendukung gerakan ini.
Setiap pribadi merupakan anggota masyarakat yang harus terus membuat koreksi diri, jangan-jangan telah terjerat perilaku koruptif. Untuk itu, perlu membangun kesadaran budaya bebas korupsi mulai dari diri sendiri!

Masalah budaya

Masalah korupsi adalah masalah budaya. Ia berakar pada lemahnya mekanisme kontrol, baik dari pemerintah maupun masyarakat umumnya.
Korupsi menjadi persoalan budaya. Karena itu, dibutuhkan penyadaran dan penataan kembali sikap hidup dengan mengedepankan pendidikan nilai-nilai kejujuran, keikhlasan, dan keterbukaan. Keserakahan mesti dilawan dengan keugaharian dan keikhlasan. Ketidakjujuran mesti diretas dengan kejujuran. Ketertutupan mesti dikalahkan dengan keterbukaan.
Salah satu langkah efektif untuk memberantas korupsi adalah meningkatkan sistem dan mekanisme kontrol dengan mengedepankan rasa keadilan dan penegakan hukum! Dalam arti ini, sinyalemen bahwa penanganan masalah korupsi bersifat pilih kasih harus dicermati! Konkretnya, pemberatasan korupsi harus tanpa pandang bulu!
Untuk itu, pemerintah dan seluruh aparat mesti konsisten dalam memberantas korupsi. Konsistensi, keseriusan, dan sikap tidak pandang bulu dalam memberantas korupsi akan meningkatkan kepercayaan publik bahwa kita telah membangun habitus baru dengan menghadirkan good governance bagi masyarakat!


Kekuasaan

Akar penyebab korupsi adalah nafsu untuk hidup bermewah-mewah di kalangan kelompok yang berkuasa. Undang-Undang Antikorupsi, UU No 31/1999, korupsi merupakan penyalahgunaan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri, menghasilkan kerugian kekayaan negara. Betapa erat kaitan korupsi dengan kekuasaan.
Konsekuensi logis rumusan yuridis-konstitusional itu ialah strategi pemberantasan korupsi harus dimulai dengan menciptakan pemerintahan bersih, berwibawa, transparan, dan akuntabel. Mengapa pemerintah? Karena merekalah yang de facto dan de jure mempunyai kekuasaan!
Dalam konteks ini, upaya Presiden Yudhoyono memberantas korupsi secara serius pantas didukung. Program pemberantasan korupsi begitu gencar! Hasilnya mulai tampak. Sejumlah warga, pejabat pemerintah, anggota DPRD, pejabat bank, pebisnis diperiksa, ditahan, dan diadili. Prosesnya masih berjalan. Kita menunggu hasilnya.
Hasil yang baik akan semakin meneguhkan upaya membangun budaya bebas korupsi. Budaya bebas korupsi akan makin nyata jika setiap unsur masyarakat, pengusaha, dan penguasa terbebas dari perbuatan buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian, melanggar norma agama, sosial, dan hukum! Untuk itu, diperlukan cara berpikir, bertindak, berperilaku, dan berelasi yang baru di dalam keluarga, masyarakat, di kantor, di pemerintahan, di mana pun!