Tuesday, 25 February 2014

Begini 9 Cara Si Kecil Belajar Disiplin



Quote:


Quote:Anak-anak ibarat sebuah kertas putih yang masih polos dan belum banyak kesalahan pada setiap tindak tanduknya. Namun jangan anggap sepele soal kertas putih ini, apabila orang tua tidak memberikan atau mengajari catatan penting dalam kertas putih termasuk soal disiplin.

Psikolog keluarga Retno Pudjiati pada Tempo, Jumat 21 Februari 2014, memaparkan tentang tips supaya putra-putri Anda belajar disiplin sebagai berikut:


Quote:Quote:1. Aturan pemberian hadiah bila dia melakukan sesuatu yang baik
Quote:Namanya anak-anak pasti menyukai hadiah. Dan sebagai orang tua sering memberikan hadiah tanpa aturan yang jelas. Sebaiknya tanamkan sikap pemberian hadiah dan pujian hanya bisa dilakukan apabila si buah hati ini melakukan pekerjaan atau sesuatu yang baik. Misalnya sudah belajar matematikan mendapat nilai bagus untuk ulangan mata pelajaran ini. Atau bila si kecil tertib meletakan barang kesayangannya di tempat yang tepat. Membantu menyapu halaman, atau mengerjakan hal-hal yang ringan namun melatihnya untuk bersikap disiplin. Memberikan pujian dan hadiah untuk kebaikan yang dia lakukan lebih efektif untuk mendidiknya daripada menghukumnya saat dia salah.

Quote:Quote:2. Pahami soal aturan yang jelas yang sudah dibuat dan diterapkan
Quote:Dengan memberikan aturan yang jelas bagi si kecil, tentunya Anda bisa langsung memperingatkan apabila dia melakukan kesalahan. Beda halnya jika Anda tidak membuat peraturan tersebut, dan si anak tidak tahu tetapi sebagai orang tua sering egois dan ngotot demi menerapkan wewenang yang salah ini. Hal sepintas sepele ini secara tak langsung mengajari sebagai orang tuapun Anda tak menerapkan dan mengajari dengan baik soal disiplin.

Quote:Quote:3.Disarankan orang tua jangan egois
Quote:Keras hati orang tua atau bersikap egois sering terjadi ketika merasa kurang sabar untuk menerapkan dan mengajari si anak soal disiplin. Akibatnya orang tua sering marah dan kesal. Jangan turuti hal ini, sebaiknya tetap bersabar hati dan pelan-pelan mengajari buah hati tentang disiplin

Quote:Quote:4.Jangan mengajak anak berdebat bila dia mengabaikan dan melanggar soal disiplin
Quote:Sekali lagi kesalahan orang tua karena merasa paling benar, ketika buah hatinya sudah diajari displin tapi dilanggar bahkan diabaikan. Hebohnya lagi si anak dipaksa untuk mengajukan alasan hingga berdebat panjang. Sikap ini justru akan memadamkan nilai disiplin yang pelan sudah mulai tertanam tapi langsung hilang dan si anak bisa merasa antipati dengan disiplin.


Quote:Quote:5.Tetap konsisten dengan peraturan yang Anda buat
Quote:Melihat putra-putri Anda senang, pastinya membuat orang tua bahagia. Namun, jangan sampai hal ini membuat peraturan yang Anda buat mengendur. Jika si anak ingin bermain Play Station melebihi waktu yang ditentukan, jangan ragu untuk membuatnya disiplin. Yang perlu diingat mereka belum benar-benar bisa menghandle dan mengatur kegiatannya, dan orang tua yang lebih mengetahui tentang hal itu.


Quote:Quote:6. Menerapkan perjanjian bersama buah hati
Quote:Soal disiplin meski tampak sepele ada baiknya si kecil juga ikut serta dalam menentukan konsekuensi apa yang akan didapatkan jika mereka berbuat salah atau tidak disiplin. Sebagai orang tua harus mengingatkan tentang konsekuensi ini jika anak mulai tidak konsisten dengan kewajiban-kewajibannya. Apabila si anak melanggar, orangtua juga harus tegas dalam menjalankan konsekuensi tersebut.



Quote:Quote:7.Orang tua mesti mendisiplinkan diri
Quote:Satu cara yang paling mudah dilakukan untuk belajar adalah meniru. Orang tua adalah yang paling sering mereka temui dan amati setiap harinya, itulah mengapa perilaku anak tidak pernah jauh dari orang tuanya. Maka dari itu, coba berikan contoh yang baik, buat diri Anda disiplin terlebih dahulu sebelum mendisiplinkan putra-putri Anda.

Quote:Quote:8.Memberi pengertian dan penjelasan tentang pentingnya sikap disiplin
Quote:Jangan sampai anak Anda merasa terpaksa dalam menjalankan aturan-aturan yang Anda telah disepakati bersama. Secara perlahan, jelaskan pada si kecil mengenai pentingnya sikap disiplin baik dalam kehidupan mereka sendiri saat ini, maupun di masa depan saat mereka dewasa. Tanamkan ke si kecil mengenai disiplin sedini mungkin. Pasti akan lebih nyaman jika mereka mau menerapkan sendiri sikap disiplin tanpa paksaan.


Quote:Quote:9. Mengingatkan disiplin itu keras dan bermanfaat untuk kehidupan si kecil
Quote:Dengan mendidik anak untuk disiplin, artinya sebagai orang tua telah membiasakan untuk hidup dengan bekerja keras. Hal ini yang harus digarisbawahi dan mengatakan tentang hidup yang akan mereka hadapi nanti. Sebaiknya jangan buai mereka dengan kemudahan-kemudahan yang hanya akan membuat mereka cengeng dan tidak tangguh

Source : http://adf.ly/e3csr

[Misteri] Si Manis Jembatan Ancol : Dalam Ilmu Sains ?
















Hantu merupakan sosok dari masa lalu, yang bisa terlihat pada saat ini. Penampakan Hantu, terutama dalam bentuk manusia yang telah meninggal, terkadang membuat rasa takut. bagi mereka yang melihatnya.

Di Indonesia ada beberapa jenis Hantu yang populer, di antaranya Si Manis Jembatan Ancol, Sundel Bolong, Genderuwo serta Tuyul. Keberadaan mereka selalu diselubungi dengan aroma mistis, dan dibumbui oleh cerita-cerita yang menyeramkan.



Bagaimana kemunculan Hantu dalam Ilmu Sains... ?

Di dalam bukunya ”Spookisma”, DR. M. Mannico mencoba menganalisa Fenomena Hantu ini :

Spoiler for cekidooot:

Ruangan yang jarang sekali di kunjungi orang, terdapat suatu zat yang di namakan zat ”Eather perekam”. Zat ini mempunyai kemampuan merekam segala bentuk kejadian, baik berbentuk rupa, bau ataupun suara.

Elecktron-proton-neutron yang berkumpul di dalam atom mempunyai sifat merekam. Bahkan atom terdapat di dalam diri manusia , seperti dalam otak, hati, mata, kulit, syaraf-syaraf, telinga dan bagian tubuh yang lain nya.



Jika atom rekaman berkumpul di dalam satu ruangan, yang kebetulan di dalam ruangan tersebut terjadi satu kejadian atau peristiwa. Maka dalam satu waktu di masa mendatang, atom-atom akan memunculkan rekaman suara atau bentuk penampakan, sebagaimana yang dulu pernah terjadi peristiwa di tempat tersebut.

Penampakan tersebut akan timbul dari waktu tertentu dengan mengeluarkan suara atau menampakan dalam bentuk rupa yang tidak berubah. Hanya saja semakin lama akan makin menghilang (rusak)

WaLlahu a’lamu bishshawab

Source : http://adf.ly/e3csr

Sudahkah kita bebas Korupsi ? 2

HARI ANTI KORUPSI, AKSI DI TENGAH KEPUNGAN SELEBRASI



Kemarin, 9 desember 2013 diperingati di seluruh dunia sebagai hari anti korupsi sedunia, dimana Indonesia, menurut laporan transparency International mendapatkan indeks tranparansi dan bebas korupsi di posisi 118 dunia, atau nomor 7 di asia tenggara. Indonesia berada di bawah Singapura, Brunei, Malaysia, thailand, filipina, dan timor leste. Ya, di bawah TIMOR LESTE!!! Hal ini ti9dak aneh jika kita menilik kasus-kasus korupsi besar yang ada di Indonesia saat ini, mulai dari BLBI yang tidak pernah jelas, Century yang selalu menerawang, dan hambalang yang akhirnya untuk pertama kali seorang menteri aktif dijadikan tersangka. Belum lagi laporan hampir setengah APBN Indonesia yang mencapai 1600 trilyun ini habis di tengah jalan untuk biaya korupsi birokrasi. how dare we are!!!

Di tengah carut marut perkorupsian ini, kemarin kita memperingati hari anti korupsi sedunia. Semua pejabat berlomba-lomba untuk tampil di depan dalam peringatan ini, seolah mereka ingin menunjukkan perannya dalam pemberantasan korupsi Indonesia. THAT IS NOT ENAUGH, SIR!! Setiap tahun, tanggal 9 Desember hari anti korupsi dioeringati di Indonesia, namun setiap tahun juga indeks anti korupsi indonesia menurun dan kasus korupsi semakin tidak jelas.

Lalu apa yang harus dilakukan negara ini? KPK yang selama ini menjadi harapan bangsa ini, ternyata menurut salah satu anggota DPR, dalam sebuah episode ILC menyampaikan bahwa sudah terpecah di taraf pimpinan. Praktis, hanya Abraham Samad(yang mengenakan kopiah haji saat mengumumkan tersangkanya AS) yang keras harus membongkar kasus korupsi ini. kepada siapa hendaknya kita berharap? Sering terdengar selentingan untuk memotong satu generasi birokrat di negara ini agar generasi berikutnya yang akan memimpin birokrasi sudah terbebas dari tradisi korup ini. Ya, tradisi, itulah kelebihan bangsa ini, yang di saat bersamaan menjadi kelemahannya(mungkin akan kita bahas di tulisan lain). tapi harapan ini terlalu muluk. Ada juga yang mengatakan sistemnya yang harus kita ubah. Demokrasi bukanlah sistem terbaik untuk Indonesia, dan kekhilafahan akan membuat kondisi jauh lebih baik. SEPAKAT DENGAN PENDAPAT INI!! tapi, melihat kondisi sekarang, kekhilafahan sepertinya masih butuh waktu untuk meyakinkan pejabat-pejabat birokrasi untuk sependapat dengan ini. Lalu apa??? mantan ketua PP Muhammadiyah dari Sumpur Kudus, Prof. Syafi'i Ma'arif pernah mengatakan, jikalau dalam Islam dibolehkan berputus asa, maka beliau sudah putus asa terhadap solusi permasalahan Indonesia saat ini.

Maka satu-satunya solusi yang dapat semua orang lakukan saat ini adalah mulai dari diri sendiri. Mulailah kembali kepada muhasabah masing-masing diri. Sudahkah kita yang sering berteriak antikorupsi ini terbebas dari korupsi? korupsi waktu terlambat ke tempat kerja atau titip abse saat kuliah? korupsi tenaga dan pikiran? mari kita mulai dari diri sendiri, perlahan ke keluarga kita, dan insyaallah Indonesia yang lebih baik tidak akan terlalu lama kita menunggunya!!

sekali lagi, Selamat hari anti korupsi sedunia!!!
CEREMONY IS NOT ENOUGH, IT NEEDS AN ACTION!!!!



Quote:Membangun Indonesia Bebas Korupsi
Dapat dilakukan dengan cara :

Koreksi diri

Membangun budaya bebas korupsi harus dimulai dari diri masing-masing. Maka, tidak perlu menyoroti orang lain, tetapi melakukan koreksi diri. Sudahkah pribadiku bebas dari budaya korupsi? Korupsikah aku? Setiap pribadi ditantang untuk menjawab pertanyaan ini dan diharapkan disertai dengan langkah nyata. Bila sebagai pribadi aku melakukan korupsi, inilah saat yang tepat untuk berhenti!
Di Indonesia korupsi begitu subur dan mengakar dalam dan luas di berbagai bidang, struktural, sosial, ekonomi, maupun keagamaan! Bahkan, di lingkungan pengadilan dan Mahkamah Agung pun terindikasi terjadi praktik korupsi
Karena itu, di Indonesia, korupsi sudah berwajah multiganda, begitu rumit, kompleks, dan kusut untuk diurai! Ia tidak hanya merusak level suprastruktur, tetapi ke infrastruktur.
Untuk itu, sinergi berbagai unsur dan kalangan untuk membebaskan bangsa ini dari praktik korupsi amat mendesak diwujudkan. Pemerintah dan pengadilan harus menjadi pelopor untuk melakukannya. Masyarakat wajib mendukung gerakan ini.
Setiap pribadi merupakan anggota masyarakat yang harus terus membuat koreksi diri, jangan-jangan telah terjerat perilaku koruptif. Untuk itu, perlu membangun kesadaran budaya bebas korupsi mulai dari diri sendiri!

Masalah budaya

Masalah korupsi adalah masalah budaya. Ia berakar pada lemahnya mekanisme kontrol, baik dari pemerintah maupun masyarakat umumnya.
Korupsi menjadi persoalan budaya. Karena itu, dibutuhkan penyadaran dan penataan kembali sikap hidup dengan mengedepankan pendidikan nilai-nilai kejujuran, keikhlasan, dan keterbukaan. Keserakahan mesti dilawan dengan keugaharian dan keikhlasan. Ketidakjujuran mesti diretas dengan kejujuran. Ketertutupan mesti dikalahkan dengan keterbukaan.
Salah satu langkah efektif untuk memberantas korupsi adalah meningkatkan sistem dan mekanisme kontrol dengan mengedepankan rasa keadilan dan penegakan hukum! Dalam arti ini, sinyalemen bahwa penanganan masalah korupsi bersifat pilih kasih harus dicermati! Konkretnya, pemberatasan korupsi harus tanpa pandang bulu!
Untuk itu, pemerintah dan seluruh aparat mesti konsisten dalam memberantas korupsi. Konsistensi, keseriusan, dan sikap tidak pandang bulu dalam memberantas korupsi akan meningkatkan kepercayaan publik bahwa kita telah membangun habitus baru dengan menghadirkan good governance bagi masyarakat!


Kekuasaan

Akar penyebab korupsi adalah nafsu untuk hidup bermewah-mewah di kalangan kelompok yang berkuasa. Undang-Undang Antikorupsi, UU No 31/1999, korupsi merupakan penyalahgunaan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri, menghasilkan kerugian kekayaan negara. Betapa erat kaitan korupsi dengan kekuasaan.
Konsekuensi logis rumusan yuridis-konstitusional itu ialah strategi pemberantasan korupsi harus dimulai dengan menciptakan pemerintahan bersih, berwibawa, transparan, dan akuntabel. Mengapa pemerintah? Karena merekalah yang de facto dan de jure mempunyai kekuasaan!
Dalam konteks ini, upaya Presiden Yudhoyono memberantas korupsi secara serius pantas didukung. Program pemberantasan korupsi begitu gencar! Hasilnya mulai tampak. Sejumlah warga, pejabat pemerintah, anggota DPRD, pejabat bank, pebisnis diperiksa, ditahan, dan diadili. Prosesnya masih berjalan. Kita menunggu hasilnya.
Hasil yang baik akan semakin meneguhkan upaya membangun budaya bebas korupsi. Budaya bebas korupsi akan makin nyata jika setiap unsur masyarakat, pengusaha, dan penguasa terbebas dari perbuatan buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian, melanggar norma agama, sosial, dan hukum! Untuk itu, diperlukan cara berpikir, bertindak, berperilaku, dan berelasi yang baru di dalam keluarga, masyarakat, di kantor, di pemerintahan, di mana pun!

Source : HARI ANTI KORUPSI, AKSI DI TENGAH KEPUNGAN SELEBRASI



Kemarin, 9 desember 2013 diperingati di seluruh dunia sebagai hari anti korupsi sedunia, dimana Indonesia, menurut laporan transparency International mendapatkan indeks tranparansi dan bebas korupsi di posisi 118 dunia, atau nomor 7 di asia tenggara. Indonesia berada di bawah Singapura, Brunei, Malaysia, thailand, filipina, dan timor leste. Ya, di bawah TIMOR LESTE!!! Hal ini ti9dak aneh jika kita menilik kasus-kasus korupsi besar yang ada di Indonesia saat ini, mulai dari BLBI yang tidak pernah jelas, Century yang selalu menerawang, dan hambalang yang akhirnya untuk pertama kali seorang menteri aktif dijadikan tersangka. Belum lagi laporan hampir setengah APBN Indonesia yang mencapai 1600 trilyun ini habis di tengah jalan untuk biaya korupsi birokrasi. how dare we are!!!

Di tengah carut marut perkorupsian ini, kemarin kita memperingati hari anti korupsi sedunia. Semua pejabat berlomba-lomba untuk tampil di depan dalam peringatan ini, seolah mereka ingin menunjukkan perannya dalam pemberantasan korupsi Indonesia. THAT IS NOT ENAUGH, SIR!! Setiap tahun, tanggal 9 Desember hari anti korupsi dioeringati di Indonesia, namun setiap tahun juga indeks anti korupsi indonesia menurun dan kasus korupsi semakin tidak jelas.

Lalu apa yang harus dilakukan negara ini? KPK yang selama ini menjadi harapan bangsa ini, ternyata menurut salah satu anggota DPR, dalam sebuah episode ILC menyampaikan bahwa sudah terpecah di taraf pimpinan. Praktis, hanya Abraham Samad(yang mengenakan kopiah haji saat mengumumkan tersangkanya AS) yang keras harus membongkar kasus korupsi ini. kepada siapa hendaknya kita berharap? Sering terdengar selentingan untuk memotong satu generasi birokrat di negara ini agar generasi berikutnya yang akan memimpin birokrasi sudah terbebas dari tradisi korup ini. Ya, tradisi, itulah kelebihan bangsa ini, yang di saat bersamaan menjadi kelemahannya(mungkin akan kita bahas di tulisan lain). tapi harapan ini terlalu muluk. Ada juga yang mengatakan sistemnya yang harus kita ubah. Demokrasi bukanlah sistem terbaik untuk Indonesia, dan kekhilafahan akan membuat kondisi jauh lebih baik. SEPAKAT DENGAN PENDAPAT INI!! tapi, melihat kondisi sekarang, kekhilafahan sepertinya masih butuh waktu untuk meyakinkan pejabat-pejabat birokrasi untuk sependapat dengan ini. Lalu apa??? mantan ketua PP Muhammadiyah dari Sumpur Kudus, Prof. Syafi'i Ma'arif pernah mengatakan, jikalau dalam Islam dibolehkan berputus asa, maka beliau sudah putus asa terhadap solusi permasalahan Indonesia saat ini.

Maka satu-satunya solusi yang dapat semua orang lakukan saat ini adalah mulai dari diri sendiri. Mulailah kembali kepada muhasabah masing-masing diri. Sudahkah kita yang sering berteriak antikorupsi ini terbebas dari korupsi? korupsi waktu terlambat ke tempat kerja atau titip abse saat kuliah? korupsi tenaga dan pikiran? mari kita mulai dari diri sendiri, perlahan ke keluarga kita, dan insyaallah Indonesia yang lebih baik tidak akan terlalu lama kita menunggunya!!

sekali lagi, Selamat hari anti korupsi sedunia!!!
CEREMONY IS NOT ENOUGH, IT NEEDS AN ACTION!!!!



Quote:Membangun Indonesia Bebas Korupsi
Dapat dilakukan dengan cara :

Koreksi diri

Membangun budaya bebas korupsi harus dimulai dari diri masing-masing. Maka, tidak perlu menyoroti orang lain, tetapi melakukan koreksi diri. Sudahkah pribadiku bebas dari budaya korupsi? Korupsikah aku? Setiap pribadi ditantang untuk menjawab pertanyaan ini dan diharapkan disertai dengan langkah nyata. Bila sebagai pribadi aku melakukan korupsi, inilah saat yang tepat untuk berhenti!
Di Indonesia korupsi begitu subur dan mengakar dalam dan luas di berbagai bidang, struktural, sosial, ekonomi, maupun keagamaan! Bahkan, di lingkungan pengadilan dan Mahkamah Agung pun terindikasi terjadi praktik korupsi
Karena itu, di Indonesia, korupsi sudah berwajah multiganda, begitu rumit, kompleks, dan kusut untuk diurai! Ia tidak hanya merusak level suprastruktur, tetapi ke infrastruktur.
Untuk itu, sinergi berbagai unsur dan kalangan untuk membebaskan bangsa ini dari praktik korupsi amat mendesak diwujudkan. Pemerintah dan pengadilan harus menjadi pelopor untuk melakukannya. Masyarakat wajib mendukung gerakan ini.
Setiap pribadi merupakan anggota masyarakat yang harus terus membuat koreksi diri, jangan-jangan telah terjerat perilaku koruptif. Untuk itu, perlu membangun kesadaran budaya bebas korupsi mulai dari diri sendiri!

Masalah budaya

Masalah korupsi adalah masalah budaya. Ia berakar pada lemahnya mekanisme kontrol, baik dari pemerintah maupun masyarakat umumnya.
Korupsi menjadi persoalan budaya. Karena itu, dibutuhkan penyadaran dan penataan kembali sikap hidup dengan mengedepankan pendidikan nilai-nilai kejujuran, keikhlasan, dan keterbukaan. Keserakahan mesti dilawan dengan keugaharian dan keikhlasan. Ketidakjujuran mesti diretas dengan kejujuran. Ketertutupan mesti dikalahkan dengan keterbukaan.
Salah satu langkah efektif untuk memberantas korupsi adalah meningkatkan sistem dan mekanisme kontrol dengan mengedepankan rasa keadilan dan penegakan hukum! Dalam arti ini, sinyalemen bahwa penanganan masalah korupsi bersifat pilih kasih harus dicermati! Konkretnya, pemberatasan korupsi harus tanpa pandang bulu!
Untuk itu, pemerintah dan seluruh aparat mesti konsisten dalam memberantas korupsi. Konsistensi, keseriusan, dan sikap tidak pandang bulu dalam memberantas korupsi akan meningkatkan kepercayaan publik bahwa kita telah membangun habitus baru dengan menghadirkan good governance bagi masyarakat!


Kekuasaan

Akar penyebab korupsi adalah nafsu untuk hidup bermewah-mewah di kalangan kelompok yang berkuasa. Undang-Undang Antikorupsi, UU No 31/1999, korupsi merupakan penyalahgunaan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri, menghasilkan kerugian kekayaan negara. Betapa erat kaitan korupsi dengan kekuasaan.
Konsekuensi logis rumusan yuridis-konstitusional itu ialah strategi pemberantasan korupsi harus dimulai dengan menciptakan pemerintahan bersih, berwibawa, transparan, dan akuntabel. Mengapa pemerintah? Karena merekalah yang de facto dan de jure mempunyai kekuasaan!
Dalam konteks ini, upaya Presiden Yudhoyono memberantas korupsi secara serius pantas didukung. Program pemberantasan korupsi begitu gencar! Hasilnya mulai tampak. Sejumlah warga, pejabat pemerintah, anggota DPRD, pejabat bank, pebisnis diperiksa, ditahan, dan diadili. Prosesnya masih berjalan. Kita menunggu hasilnya.
Hasil yang baik akan semakin meneguhkan upaya membangun budaya bebas korupsi. Budaya bebas korupsi akan makin nyata jika setiap unsur masyarakat, pengusaha, dan penguasa terbebas dari perbuatan buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian, melanggar norma agama, sosial, dan hukum! Untuk itu, diperlukan cara berpikir, bertindak, berperilaku, dan berelasi yang baru di dalam keluarga, masyarakat, di kantor, di pemerintahan, di mana pun!
  Source:
HARI ANTI KORUPSI, AKSI DI TENGAH KEPUNGAN SELEBRASI



Kemarin, 9 desember 2013 diperingati di seluruh dunia sebagai hari anti korupsi sedunia, dimana Indonesia, menurut laporan transparency International mendapatkan indeks tranparansi dan bebas korupsi di posisi 118 dunia, atau nomor 7 di asia tenggara. Indonesia berada di bawah Singapura, Brunei, Malaysia, thailand, filipina, dan timor leste. Ya, di bawah TIMOR LESTE!!! Hal ini ti9dak aneh jika kita menilik kasus-kasus korupsi besar yang ada di Indonesia saat ini, mulai dari BLBI yang tidak pernah jelas, Century yang selalu menerawang, dan hambalang yang akhirnya untuk pertama kali seorang menteri aktif dijadikan tersangka. Belum lagi laporan hampir setengah APBN Indonesia yang mencapai 1600 trilyun ini habis di tengah jalan untuk biaya korupsi birokrasi. how dare we are!!!

Di tengah carut marut perkorupsian ini, kemarin kita memperingati hari anti korupsi sedunia. Semua pejabat berlomba-lomba untuk tampil di depan dalam peringatan ini, seolah mereka ingin menunjukkan perannya dalam pemberantasan korupsi Indonesia. THAT IS NOT ENAUGH, SIR!! Setiap tahun, tanggal 9 Desember hari anti korupsi dioeringati di Indonesia, namun setiap tahun juga indeks anti korupsi indonesia menurun dan kasus korupsi semakin tidak jelas.

Lalu apa yang harus dilakukan negara ini? KPK yang selama ini menjadi harapan bangsa ini, ternyata menurut salah satu anggota DPR, dalam sebuah episode ILC menyampaikan bahwa sudah terpecah di taraf pimpinan. Praktis, hanya Abraham Samad(yang mengenakan kopiah haji saat mengumumkan tersangkanya AS) yang keras harus membongkar kasus korupsi ini. kepada siapa hendaknya kita berharap? Sering terdengar selentingan untuk memotong satu generasi birokrat di negara ini agar generasi berikutnya yang akan memimpin birokrasi sudah terbebas dari tradisi korup ini. Ya, tradisi, itulah kelebihan bangsa ini, yang di saat bersamaan menjadi kelemahannya(mungkin akan kita bahas di tulisan lain). tapi harapan ini terlalu muluk. Ada juga yang mengatakan sistemnya yang harus kita ubah. Demokrasi bukanlah sistem terbaik untuk Indonesia, dan kekhilafahan akan membuat kondisi jauh lebih baik. SEPAKAT DENGAN PENDAPAT INI!! tapi, melihat kondisi sekarang, kekhilafahan sepertinya masih butuh waktu untuk meyakinkan pejabat-pejabat birokrasi untuk sependapat dengan ini. Lalu apa??? mantan ketua PP Muhammadiyah dari Sumpur Kudus, Prof. Syafi'i Ma'arif pernah mengatakan, jikalau dalam Islam dibolehkan berputus asa, maka beliau sudah putus asa terhadap solusi permasalahan Indonesia saat ini.

Maka satu-satunya solusi yang dapat semua orang lakukan saat ini adalah mulai dari diri sendiri. Mulailah kembali kepada muhasabah masing-masing diri. Sudahkah kita yang sering berteriak antikorupsi ini terbebas dari korupsi? korupsi waktu terlambat ke tempat kerja atau titip abse saat kuliah? korupsi tenaga dan pikiran? mari kita mulai dari diri sendiri, perlahan ke keluarga kita, dan insyaallah Indonesia yang lebih baik tidak akan terlalu lama kita menunggunya!!

sekali lagi, Selamat hari anti korupsi sedunia!!!
CEREMONY IS NOT ENOUGH, IT NEEDS AN ACTION!!!!



Quote:Membangun Indonesia Bebas Korupsi
Dapat dilakukan dengan cara :

Koreksi diri

Membangun budaya bebas korupsi harus dimulai dari diri masing-masing. Maka, tidak perlu menyoroti orang lain, tetapi melakukan koreksi diri. Sudahkah pribadiku bebas dari budaya korupsi? Korupsikah aku? Setiap pribadi ditantang untuk menjawab pertanyaan ini dan diharapkan disertai dengan langkah nyata. Bila sebagai pribadi aku melakukan korupsi, inilah saat yang tepat untuk berhenti!
Di Indonesia korupsi begitu subur dan mengakar dalam dan luas di berbagai bidang, struktural, sosial, ekonomi, maupun keagamaan! Bahkan, di lingkungan pengadilan dan Mahkamah Agung pun terindikasi terjadi praktik korupsi
Karena itu, di Indonesia, korupsi sudah berwajah multiganda, begitu rumit, kompleks, dan kusut untuk diurai! Ia tidak hanya merusak level suprastruktur, tetapi ke infrastruktur.
Untuk itu, sinergi berbagai unsur dan kalangan untuk membebaskan bangsa ini dari praktik korupsi amat mendesak diwujudkan. Pemerintah dan pengadilan harus menjadi pelopor untuk melakukannya. Masyarakat wajib mendukung gerakan ini.
Setiap pribadi merupakan anggota masyarakat yang harus terus membuat koreksi diri, jangan-jangan telah terjerat perilaku koruptif. Untuk itu, perlu membangun kesadaran budaya bebas korupsi mulai dari diri sendiri!

Masalah budaya

Masalah korupsi adalah masalah budaya. Ia berakar pada lemahnya mekanisme kontrol, baik dari pemerintah maupun masyarakat umumnya.
Korupsi menjadi persoalan budaya. Karena itu, dibutuhkan penyadaran dan penataan kembali sikap hidup dengan mengedepankan pendidikan nilai-nilai kejujuran, keikhlasan, dan keterbukaan. Keserakahan mesti dilawan dengan keugaharian dan keikhlasan. Ketidakjujuran mesti diretas dengan kejujuran. Ketertutupan mesti dikalahkan dengan keterbukaan.
Salah satu langkah efektif untuk memberantas korupsi adalah meningkatkan sistem dan mekanisme kontrol dengan mengedepankan rasa keadilan dan penegakan hukum! Dalam arti ini, sinyalemen bahwa penanganan masalah korupsi bersifat pilih kasih harus dicermati! Konkretnya, pemberatasan korupsi harus tanpa pandang bulu!
Untuk itu, pemerintah dan seluruh aparat mesti konsisten dalam memberantas korupsi. Konsistensi, keseriusan, dan sikap tidak pandang bulu dalam memberantas korupsi akan meningkatkan kepercayaan publik bahwa kita telah membangun habitus baru dengan menghadirkan good governance bagi masyarakat!


Kekuasaan

Akar penyebab korupsi adalah nafsu untuk hidup bermewah-mewah di kalangan kelompok yang berkuasa. Undang-Undang Antikorupsi, UU No 31/1999, korupsi merupakan penyalahgunaan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri, menghasilkan kerugian kekayaan negara. Betapa erat kaitan korupsi dengan kekuasaan.
Konsekuensi logis rumusan yuridis-konstitusional itu ialah strategi pemberantasan korupsi harus dimulai dengan menciptakan pemerintahan bersih, berwibawa, transparan, dan akuntabel. Mengapa pemerintah? Karena merekalah yang de facto dan de jure mempunyai kekuasaan!
Dalam konteks ini, upaya Presiden Yudhoyono memberantas korupsi secara serius pantas didukung. Program pemberantasan korupsi begitu gencar! Hasilnya mulai tampak. Sejumlah warga, pejabat pemerintah, anggota DPRD, pejabat bank, pebisnis diperiksa, ditahan, dan diadili. Prosesnya masih berjalan. Kita menunggu hasilnya.
Hasil yang baik akan semakin meneguhkan upaya membangun budaya bebas korupsi. Budaya bebas korupsi akan makin nyata jika setiap unsur masyarakat, pengusaha, dan penguasa terbebas dari perbuatan buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian, melanggar norma agama, sosial, dan hukum! Untuk itu, diperlukan cara berpikir, bertindak, berperilaku, dan berelasi yang baru di dalam keluarga, masyarakat, di kantor, di pemerintahan, di mana pun!

Sudahkah Kita Bebas Dari Korupsi ?



Quote:Sadarkah bahwa dari sejak kecil kita dibiasakan untuk korupsi?

Artikel ini mencoba menggugah kesadaran kita bahwa memberantas korupsi itu memang bukan hal yang mudah. Cobalah tengok ke belakang ketika kita masih sekolah. Demi mengejar nilai tinggi, kita berbuat apa saja termasuk menyontek atau bahkan sekarang guru-guru ikut memberikan bocoran jawaban. Bukan menyonteknya semata yang salah, tapi budaya dan sistem nilai ikut memengaruhinya. Budaya kita tidak terbiasa dengan kompetisi, sehingga bila ada kompetisi pasti ada perkelahian, dan diduga ada kecurangan, seperti di Liga Indonesia. Sistem nilai juga ikut memengaruhi, dengan patokan dasar nilai atau angka, semua orang berlomba-lomba meraih angka tertinggi. Kecerdasan diukur dengan angka semata, bukan dengan kerja keras dan kemampuan anak didik. Sistem penilaian menjadi sangat kejam dan tidak memedulikan kondisi siswa saat itu.

Pada saat berorganisasi, tentunya kita pernah membuat proposal kegiatan. Dalam proposal itu biasanya sudah terjadi mark-up harga, dengan harapan kalau diberi setengahnya cukup. Si penerima proposal juga mahfum, harga pasti di mark-up, jadi menyumbangnya juga setengah dari nilai tersebut. Dari sini sudah jelas bahwa budaya mark-up sudah dipupuk sejak dini. Kita juga sering meminta sumbangan kepada pejabat, yang jelas-jelas gajinya terbatas, belum lagi yang meminta sumbangan juga bukan cuma kita sendiri. Hal ini menyuburkan keinginan untuk berbuat korup, karena tidak mungkin gajinya yang pas-pasan cukup buat menyumbang, apalagi kalau kekecilan nanti dibilang pelit.

Setelah lulus kita kemudian bekerja atau membuka usaha. Mungkin gaji yang kita makan halal, tapi coba telusuri bagaimana perusahaan itu didirikan, atau mencari pekerjaan, atau menjual produk. Apalagi bila berurusan dengan oknum aparatur pemerintah, sudah pasti ada uang yang keluar di luar tarif resmi. Begitu pula lobi-lobi dan deal-deal tertentu yang memerlukan pelicin, demi menghidupi para karyawan dan rekanan. Bagi yang membuka usaha legalpun, pasti akan berhadapan dengan birokrasi, sementara yang tidak mengurus izin dianggap ilegal dan selalu menjadi sasaran empuk penggusuran.

Menjadi tidak mudah untuk memberantas korupsi, karena adanya invisible hand yang mengatur semua itu, terutama di sini. Birokratpun tidak semuanya berniat semata-mata memperkaya diri, tetapi juga karena keterpaksaan kondisi yang memang sudah tercipta sejak lama. Di sini faktor budaya berpengaruh besar terhadap tumbuh suburnya korupsi. Budaya anti kompetisi, saling curiga, saling mendahului, merupakan ladang yang paling cepat berkembang biak untuk korupsi. Thread ini ini hanya sekedar mengingatkan bahwa budaya itu masih ada dan nyata, tidak mudah menghapusnya begitu saja.


Quote:Sudahkah kita TIDAK KORUPSI hari ini?

Korupsi, tentu bukan kata yang asing lagi di telinga kita. Setiap hari, ada saja berita tentang korupsi yang terjadi di negri kita tercinta.
Meskipun begitu, pemahaman korupsi bagi kebanyakan orang adalah mencuri uang negara yang dilakukan oleh para pejabat. Itu yang menurut saya kurang tepat.

Korupsi bukan hanya dilakukan oleh para pejabat yang mencuri uang negara, tapi juga dilakukan oleh orang-orang di bawah ini:
Penyanyi yang lipsing, itu korupsi suara.
Pelajar yang mencontek, itu korupsi otak.
Pegawai Negeri Sipil yang pulang sebelum jam kantor selesai, itu korupsi waktu.
Masih ada lagi??
MASIH.
Satpam yang tidur saat jam kerja
Guru yang meninggalkan tugas mengajar untuk mengurus berkas-berkas sertifikasi
Anak sekolah yang diberi uang buat bayar sekolah tapi malah buat mentraktir teman-temannya agar dibilang orang kaya
Penjual yang memberi kembalian dengan permen
Tukang parkir yang tidak memberi kembalian
Petugas pom bensin yang mengakumulasi ke hitungan yang lebih besar
Provider telepon seluler yang menghitung percakapan tidak berdasarkan durasi
Masih ada lagi??
MASIH DONG!
Bank yang tidak memberikan bunga atau bagi hasil dalam pecahan kecil ketika tutup buku
Bendahara pegawai yang menunda gaji bulanan dengan mendeposito kan uang gaji pegawai agar mendapat bunga
Pekerja bangunan yang mengurangi bahan bangunan agar mendapat sisa uang belanja
Masih banyak lagi...dan lagi.
Jangan pernah beralasan, "orang koruptor kelas kakap aja masih bebas dan sulit dijerat hukum, masa saya yang cuma korupsi segitu kecilnya ditangkep??
Ini bukan masalah kecil aau besar. Kejahatan tetaplah kejahatan.
Kejatahan kecil, jika sudah membudaya dan dilakukan oleh orang banyak..maka akan tetap merugikan orang banyak.
Budaya korupsi dimulai dari anak-anak, yang makan makanan yang dibeli dari hasil korupsi orang tuanya. Di sekolah pun akhirnya dia korupsi, ketika sosok kedua yang dianggap orang tua yaitu guru melakukan korupsi juga, dan seterusnya.
Yang menjadi pertanyaan adalah, siapa yang paling bertanggung jawab memutus mata rantai linhkaran setan tersebut?
KITA.
Ya. Kalau bukan dimulai dari diri sendiri, siapa lagi?
KPK hanya melakukan penindakan, bukan pencegahan. Penindakannya pun terbatas hanya bagi pejabat negara.
Jadi mulai saat ini, sebelum kita teriak "ANTI KORUPSI!", jujurlah pada diri sendiri, sudahkah kita mengurangi korupsi diri kita sendiri hari ini?


Quote:SUDAHKAH ANDA TIDAK CURANG?

Sudah 68 tahun lamanya kita bebas dari penjajahan dan menjadi negara yang merdeka. Negara yang menjadi salah satu negara terpadat di dunia ini, akan berpesta, mensyukuri kemerdekaan yang telah diusahakan dan diperjuangkan oleh para leluhur kita, para pahlawan kita.

Mengutip perkataan presiden pertama kita, Ir. Soekarno, bahwa perjuangan kita akan lebih berat karena musuh kita adalah bangsa kita sendiri. Ternyata benar, apa yang sudah diucapkan oleh Ahmed Soekarno, begitu orang Mesir menyebutnya, terjadi di masa kini.

Indonesia belum dinyatakan bebas sebagai negara korup, bahkan mendekati saja belum. Masih banyak terjadi penyelewengan aturan, sistem, mekanisme, hingga aliran dana. Mulai dari kementerian, kepolisian, badan legislatif, sektor swasta, bahkan kecamatan pun masih banyak terjadi penyelewengan. Apabila dirunut ke bawah, sebenarnya kita pun kerap melakukan perbuatan curang tersebut.

Tidak usah terlampau jauh kita membahas korupsi dan kecurangan lain di tingkat nasional. Marilah kita hal yang lebih kecil, yaitu mengenai diri kita.

Sudahkah anda tidak curang?

Dalam keseharian, kita sudah terbiasa untuk berbuat curang. Mulai dari masa sekolah dan kuliah, menyontek PR, tugas, laporan, ulangan, bahkan ujian masuk sekolah dan universitas pun juga masih menyontek. Semakin hari pun semakin marak jual beli soal UAN dan skripsi.

Coba kita beralih ke hal publik. Anda pernah melanggar lampu merah? Pasti anda semua pernah melakukannya. Bisa kita cermati, banyak dari diri kita yang melaju atau berhenti di lajur kanan, atau berhenti di jalur kiri jalan terus. Hal ini biasa terjadi di lampu merah yang sangat padat.

Contoh yang lain yaitu menerobos antrian, mempersilahkan kenalan anda untuk antri di depan atau di belakangnya padahal anda ada di tengah-tengah antrian. Yang lain lagi, menyuap petugas agar dipercepat pelayanannya atau justru agar tidak mengantri. Masih banyak lagi contoh-contoh kecurangan yang umum dilakukan oleh kita yang justru merugikan diri kita sendiri.

Memang banyak dari kita yang melakukan hal tersebut karena dipaksa oleh sistem, sebagai contoh mengurus SIM bisa selesai satu hari atau justru berhari-hari. Namun apabila kita tambah “uang lebih”, bisa selesai kurang dari 2 jam.

Alasan tersebut jangan pernah dijadikan suatu pembenaran perbuatan kita. Salah tetaplah salah, walaupun kita berbuat demikian karena hanya ikut-ikutan sistem.

Beranikah anda untuk menjadi orang yang berbeda, orang yang berani menentang yang salah, orang yang berani mengubah sistem menjadi lebih baik? Beranikah anda menjadi ikan salmon yang berenang dari lautan, menentang arus dan aliran air menuju ke sungai air tawar di pegunungan untuk bertelur?

Curang, curang, dan curang. Adalah bahasa dan kelakuan kita setiap hari. Sadarkah anda bahwa dengan kecurangan anda akan merugikan orang lain dan diri anda sendiri. Mari kita biasakan, kita budayakan hidup jujur tanpa kecurangan. Bila kita biasakan hidup tanpa curang dari hal yang kecil, tentu tidak akan pernah ada kecurangan tingkat nasional. Dengan begitu, kita akan nyaman tinggal di rumah kita bersama, Sang Ibu Pertiwi, Indonesia.

Ya Indonesia. Aku bangga menjadi bagian dari dirimu. Darahmu dan tulangmu akan selalu menjadi prinsip hidupku.


Quote:Lantas, Kapan Indonesia Bebas Korupsi?


Mungkin pertanyaan diatas akan muncul di semua benak anak bangsa ini yang masih mempunyai rasa cinta tanah air yang begitu dalam. Memang agaknya susah untuk menjawab pertanyaan diatas. Bangsa ini sudah seperti kerasukan setan yang namanya korupsi. Setan tersebut telah merasa nyaman bersemanyam didalam diri bangsa ini. Bukan itu saja, rupanya tubuh yang dirasukinya pun seakan-akan juga merasakan hal yang sama.
Korupsi mungkin bagi sebagian besar masyarakat Indonesia merupakan hal yang lumrah, mereka sebenarnya sadar apabila melakukan korupsi, akan tetapi mungkin karena dilingkungan mereka banyak yang melakukannya maka merekapun ikut-ikutan melakukan,dan semacam mendapatkan pembenaran bahwa hal yang mereka lakukan sudah umum, semua juga melakukan kok, nggak banyak kok, dan banyak lagi alasan-alasan mereka.

Dilingkungan dunia kerja pun korupsi pun dianggap hal yang lumrah, sudah bukan rahasia lagi jika di semua instansi baik pemerintah maupun swasta korupsi tumbuh subur. Terlebih lagi di instansi pemerintah, anehnya para pegawai enggan jika mereka disebut sebagai koruptor, dalam pemikiran mereka koruptor adalah orang yang mencuri uang negara dalam jumlah besar, sedangkan apa yang mereka lakukan tidak salah karena yaitu tadi "semua juga melakukan pak, kalo cuma kecil-kecilan gini". sungguh sekritis inikaah keadaan negara kita?.

Dalam pemikiran saya sebenarnya tidak semua orang mau melakukan korupsi kecil-kecilan diatas, akan tetapi karena sistem yang salah mereka terpaksa mengikutinya, misalkan takut sama atasan, tidak enak sama atasan, dll. Dengan demikakyat indoian sebenarnya Iman seseorang sangat berperan penting dalam hal ini, seandainya iman kuat, dengan alasan apapun pasti akan bisa menolak apa yang namanya korupsi tersebut.

Saya merasa takut akan integritas generasi saya ini, seperti apa yang pernah diibaratkan teman saya dalam bahasa Jawa "Generasine dewe iki sebenere isih resik-resik, tapi generasi dhuwure dewe i sing akeh regete, diibaratke generasine awak e dewe i koyo apel sing apik, trus diguwak ng tong sampah yo suwe-suwe bakale dadi bosok". Itulah kekawatiran diri saya dan mungkin sebagian besar rakyat indonesia yang lain.

Rasanya jurus yang paling jitu untuk mencegah semakin menjalarnya akar-akar korupsi di tanah air kita ini adalah seperti apa yang dikatakan oleh salah satu dai kondang asal bandung, "Mulailah dari diri Sendiri". sangat sepele tapi jika kata itu diterapkan insyaallah akan sejahtera negeri ini.


Quote:Pemberantasan Korupsi Di Indonesia

Begitu banyak dan maraknya kasus korupsi di negara kita tercinta ini memang sangat-sangat memprihatinkan. Di satu sisi para koruptor seenaknya sendiri mengambil uang rakyat dengan berbagai cara dan dalih sedangkan di sisi lain rakyat kecil yang hanya satu hari makan 1 kali saja masih begitu banyaknya. Akan sampai kapankah negara kita akan terbebas dari bahaya laten korupsi ini dan juga jeratan para koruptor berdasi.

Pengertian korupsi berasal dari kata latin Corrumpere, Corruptio, atau Corruptus. Arti harfiah dari kata tersebut adalah penyimpangan dari kesucian (Profanitby), tindakan tak bermoral, kebejatan, kebusukan, kerusakan, ketidakjujuran atau kecurangan. Makna lainnya dari korupsi adalah bahwa korupsi adalah penyelewengan tanggung jawab kepada masyarakat, dan secara faktual korupsi dapat berbentuk penggelapan, kecurangan atau manipulasi.

Korupsi di Indonsia dimulai sejak era Orde Lama sekitar tahun 1960-an bahkan sangat mungkin pada tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 24 Prp 1960 yang diikuti dengan dilaksanakannya “Operasi Budhi” dan Pembentukan Tim Pemberantasan Korupsi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 228 Tahun 1967 yang dipimpin langsung oleh Jaksa Agung, belum membuahkan hasil nyata.



Bahaya Korupsi Dan Dampak Efek Bagi Masyarakat

Pada era Orde Baru, muncul Undang-Undang Nomor3 Tahun 1971 dengan 'Operasi Tertib' yang dilakukan Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib), namun dengan kemajuan iptek, modus operandi korupsi semakin canggih dan rumit sehingga Undang-Undang tersebut gagal dilaksanakan. Selanjutnya dikeluarkan kembali Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999.

Salah satu titik lemah pemberantasan korupsi dalam praktik penegakan hukum dan pemberian efek jera adalah pada pengawasannya. Di mana, sesudah seorang tersangka masuk persidangan di pengadilan, pemberian ijin keluar bagi terdakwa ada di tangan majelis hakim.

Upaya-upaya hukum yang telah dilakukan pemerintah sebenarnya sudah cukup banyak dan sistematis. Namun korupsi di Indonesia semakin banyak sejak akhir 1997 saat negara mengalami krisis politik, sosial, kepemimpinan, dan kepercayaan yang pada akhirnya menjadi krisis multidimensi. Gerakan reformasi yang menumbangkan rezim Orde Baru menuntut antara lain ditegakkannya supremasi hukum dan pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Tuntutan tersebut akhirnya dituangkan di dalam Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1999 dan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan juga Bebas dari Korupsi.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendukung penuh langkah-langkah pemberantasan korupsi yang dilakukan sejumlah instansi, baik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) maupun instansi-instansi lain.
“Korupsi diberantas untuk selamatkan masa depan kita, termasuk selamatkan pembangunan ekonomi nasional,” kata Presiden SBY melalui akun twitternya @SBYudhoyono, yang diunggahnya sebelum meninggalkan kota Pacitan, Jawa Timur, menuju Yogyakarta, Kamis (17/10) pagi.

Presiden tidak menyinggung kasus-kasus korupsi yang dimaksud, namun dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar yang dilakukan oleh KPK, Presiden SBY menyampaikan keprihatinannya yang dalam, dan bisa merasakan emosi rakyat atas penangkapan itu mengingat posisi MK yang ditempatkan sebagai benteng keadilan terakhir, yang putusannya bersifat final.

Peran Serta Pemerintah dalam Memberantas Korupsi
Partisipasi dan dukungan dari masyarakat sangat dibutuhkan dalam mengawali upaya-upaya pemerintah melalui KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan aparat hukum lain. KPK yang ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi untuk mengatasi, menanggulangi, dan memberantas korupsi, merupakan komisi independen yang diharapkan mampu menjadi martir bagi para pelaku tindak KKN.

Penyebab Korupsi
Hal-hal yang bisa menyebabkan seseorang melakukan tindakan korupsi antara lain :
Gaji pegawai negeri yangh tidak sebanding dengan kebutuhan yang semakin tinggi.
Latar belakang kebudayaan atau kultur Indonesia yang merupakan sumber atau sebab meluasnya korupsi.
Manajemen yang kurang baik dan kontrol yang kurang efektif dan efesien, yang memberikan peluan untuk korupsi.
Modernisasi pengembangbiakan korupsi.

Dampak efek korupsi bagi kehidupan bangsa dan negara adalah sangat besar dan tidak boleh diremehkan begitu saja. Untuk itulah marilah kita mendukung progran pemerintahan dalam rangka pemberantasan korupsi secara tuntas sampai dengan akar-akarnya walaupun nantinya entah hal ini akan terwujud 5 - 10 tahun kedepan...?
  Source : http://adf.ly/e3cEp

Saturday, 22 February 2014

Mengapa Anak Menggigit Kuku, Memelintir Rambut, atau Mengisap Jempol ?



Tak sedikit anak memiliki kebiasaan yang sebenarnya mengganggu. Berikut bahasan 4 kebiasaan buruk anak yang kerap dikeluhkan para orangtua. Diantaranya, menggigiti kuku, mengisap jempol, memelintir rambut dan mengorek hidung.

Quote:Quote:Pahami Apa Kebiasaan Itu
Quote:
Tetaplah tenang kendati tahu, anak memiliki kebiasaan buruk yang mengganggu. Dalam banyak kasus, kebiasaan hanyalah satu fase normal dari proses perkembangan.

Kebiasaan sendiri merupakan satu atau dua pola perilaku yang berulang dan seseorang yang melakukannya biasanya tidak menyadarinya. Dan anak-anak juga tak menyadari memiliki kebiasaan yang membuat kesal orangtuanya.

Ketika tiba-tiba Anda menemukan anak balita senang mengisap jempol dan memelintir rambut, jangan dulu terkejut. Kebiasaan memang cenderung muncul dalam kelompok usia tertentu.



Quote:Quote:Menggigiti Kuku
Quote:Jika kebiasaan anak menggigiti kuku adalah permasalahan inti yang akrab bagi Anda, ingat-ingat, Anda tak sendiri. Salah satu dari kebiasaan buruk di masa kecil adalah gigit kuku dan mengorek hidung.

Sebuah penelitian memperkirakan sekitar 30% hingga 60% anak-anak dan remaja mengunyah satu atau lebih kuku tangannya. Dan biasanya, kuku ibu jari menjadi sasaran kebiasaan ini.

Anak laki-laki dan perempuan, memiliki peluang yang sama akan kebiasaan ini di usia balita mereka. Kendati, seiring mereka beranjak dewasa, anak laki-laki cenderung tetap memiliki kebiasaan menggigit kuku.



Quote:Quote:Memelintir Rambut
Quote:Apakah Anda memiliki anak perempuan yang suka memelintir atau mengeriting rambut? Ya, kebiasaan anak yang suka memelintir, membelai, atau menariki rambut biasanya terjadi pada anak perempuan.

Memelintir rambut dapat mulai terjadi pada masa awal kanak-kanak dan dapat berkembang menjadi kebiasaan menariki rambut (merontoki rambut) kendati tidak memiliki masalah rambut rontok. Namun kebanyakan anak-anak ini berhenti memelintir ataupun menarik rambut ketika telah beranjak dewasa.

Bagi mereka yang masih memiliki kebiasaan ini, masih ada cara memperbaikinya. Tawarkan sebuah perilaku modifikasi sederhana yang dapat membuat mereka lupa akan kebiasaannya.

Selain menjadi kebiasaan buruk, menarik atau memelintir rambut pada anak atau remaja dapat menjadi pertanda mereka mengalami kecemasan, depresi, atau OCD (obsessive-compulsive dissorder) yang akan lebih sulit disembuhkan.



Quote:Quote:Mengorek Hidung
Quote:Mengorek hidung adalah sebuah kebiasaan buruk yang dapat dimulai sejak kanak-kanak hingga dewasa. Sebuah penelitian di tahun 1995 menemukan jika 91% orang dewasa memiliki kebiasaan mengorek hidung secara reguler dan sekitar 8% memakan kotoran hidung setelah mengoreknya.



Quote:Quote:Mengisap Jempol
Quote:
Popularitas ibu jari atau jempol sebagai isapan jari ketimbang telunjuk, bisa jadi karena jempol memiliki rasa yang lebih enak ketimbang jari lainnya. Namun preferensi ibu jari ini merupakan pilihan tak sengaja, yang dihasilkan dari kenangan kontak mulut pertama ibu jari dengan mulut sejak masih bayi. Kebanyakan pengisap jempol adalah anak-anak kecil.

Beberapa anak juga mengisap jari, tangan atau bahkan seluruh kepalan tangan selain ibujari. Faktanya, seperempat hingga setengah dari anak berusia 2 hingga 4 tahun mengisap jempol. Dan, kebanyakan mereka mengisap jempol untuk menenangkan dan mendapatkan kenyamanan dirinya. Tapi intensitas atau seringnya mengisap jempol pada anak usia 4 hingga 5 tahun dapat menyebabkan masalah, termasuk masalah gigi (overbite ), infeksi ibu jari atau jari, juga menjadi masalah pergaulan karena kerap digoda teman seusia.
  SUMBER

Kisah Calon Striker Persija Perjuangkan Nasib Pemain Muslim

Karir Nathan Ellington memang tidak terlalu mengilap di Liga Inggris. Pemain kelahiran Bradford, 2 Juli 1981 itu hanya dua musim merasakan ketatnya persaingan Premier League bersama West Browmich Albion (2005-2007).

Selebihnya, Ellington bermain untuk tim-tim kelas dua. Sempat memperkuat Wigan Athletic, Ellington juga pernah terdampar ke klub amatir, Southport.

Meski demikian, di kalangan pesepakbola muslim yang berlaga di Inggris, sosok Ellington cukup dikenal. Maklum, pemain berposisi striker tersebut merupakan pendiri Asosiasi Pesepakbola Muslim Inggris atau yang dikenal dengan nama AMF.

Menurut Ellington, pembentukan AMF bermula dari keputusannya menjadi mualaf usai menikahi wanita Bosnia, Alma, 2005 lalu. "Saya memeluk Islam karena dorongan pribadi," kata Ellington saat ditemui di sela-sela latihan tim ibukota, Persija Jakarta di POR Sawangan, Depok, Jawa Barat, belum lama ini.

"Awalnya diperkenalkan istri, Alma. Alhamdulillah, setelah memeluk Islam, saya bisa merasakan ketenangan hidup. Dan keluarga saya banyak yang masuk Islam, termasuk ibu dan bibi saya," beber pemain berusia 32 tahun tersebut.

Ketenangan yang dirasakan Ellington mulai terusik saat berbenturan dengan profesi yang digelutinya di Inggris. Dia mengaku mulai mendapat perlakuan yang tidak adil, terutama saat sedang menjalankan ibadah puasa selama Ramadhan.
Tak jarang Ellington tidak dilibatkan dalam permainan karena dianggap tak punya tenaga yang prima akibat berpuasa. Bahkan, saat latihan, Ellington juga pernah mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan dari pelatih kepala.
"Bahkan, sang pelatih sampai mengeluarkan sebuah kalimat: 'Tinggalkan saja pemain Islam di pinggir lapangan!'. Dan seorang staf pelatih mendekati saya, dan menjelaskan kalau saya tidak boleh latihan jika tetap berpuasa," tutur Ellington.

Ellington tidak sendiri. Ada beberapa pemain Muslim lainnya yang mendapat perlakuan sama. Tak ingin kejadian ini terus berlanjut dan menimpa rekan-rekannya yang lain, mereka lalu membentuk sebuah wadah bernama AMF.

Lewat AMF, Ellington yang kemudian diangkat menjadi presiden rajin memberikan edukasi bagi klub-klub Inggris soal kegiatan pemain Muslim selama Ramadhan. Mereka juga menggelar kegiatan sosial bagi kalangan yang tak mampu.

"Saya tidak mau kejadian yang menimpa saya dan beberapa rekan menimpa pemain lain. Maka dari itu, AMF didirikan untuk menjadi sebuah sarana dalam memberikan edukasi tentang kegiatan para pemain Islam di bulan Ramadhan," kata Ellington. "Selain itu, kami juga berharap mereka bisa mengerti kalau kami harus menjalankan ibadah rutin seperti shalat 5 waktu dan shalat Jumat."
Tiga tahun sudah usia AMF. Anggotanya terus bertambah. Dan menurut Ellington, keberadaan AMF telah berdampak positif bagi sepakbola Inggris. Dia yakin bahwa ibadah puasa bisa berjalan beriringan dengan profesi pesepakbola profesional.
"Saat bertanding, saya mungkin tidak cepat. Namun, saya akan bangkit setelah itu. Untuk latihan juga tidak ada masalah, kami akan mendapatkan cukup nutrisi saat sahur. Bedanya adalah saat para pemain lain makan, kami harus menunggu sampai waktu berbuka tiba saat matahari terbenam," bunyi pernyataan yang kerap dilontarkan Ellington saat mengedukasi tim-tim Inggris. 
Di Indonesia, Ellington mencoba peruntungannya untuk bergabung dengan Persija Jakarta. Sejak Rabu, Ellington telah berlatih bersama Macan Kemayoran dan sempat dijadwalkan bakal menandatangani kontrak, Kamis, 20 Februari 2014. Namun, proses tersebut batal karena tim pelatih di bawah komando Benny Dolo, masih ingin mendalami permainan Ellington.
"Di Indonesia yang mayoritas Islam saya rasa tidak ada kesulitan untuk menjalani pekerjaan dan ibadah jika nantinya, Insya Allah, saya dikontrak oleh Persija," tuturnya. (one)


Begini Caranya Ajarkan Anak Supaya Mau Menabung

Kebiasaan menabung adalah kebiasaan baik yang harus diajarkan kepada anak dengan usia sedini mungkin. Vice President Consumer Business Group Head CIMB Niaga, Sukiwan memberikan tips untuk mengajarkan anak menabung.

Menurut Sukiwan, untuk mengajarkan anak menabung harus ada edukasi terus-menerus. Caranya adalah dengan memberikan penjelasan kepada anak bahwa menabung itu menyenangkan selain itu dengan menabung maka akan mendapat banyak keuntungan.

"Cara yang paling efektif adalah harus dilihat benefit yang dia dapat ketika dia menabung. Contohnya kalau anak itu dibiasakan menabung ke bank atau kemana aja ada saatnya tertentu mereka mendapatkan sesuatu, karena uang itu tidak berharga buat mereka," katanya saat ditemui di acara Festival Fantasi Junior, Ciputra World, Jakarta (22/2/2014).

Dalam mengajarkan anak menabung, menurut Sukiwan, yang paling penting bukan jumlah tabungan yang terkumpul, namun ajarkan bahwa dengan menabung maka kita bisa mendapatkan sesuatu yang diinginkan.

"Uang itu tidak ada artinya buat mereka saat ini. Yang mereka mengerti saat ini uang ini bisa untuk membeli hadiah yang dia inginkan terlepas cukup atau tidak itu masalah belakang," imbuh sukiwan.

Lebih lanjut, Sukiwan mengatakan bahwa untuk menabung itu bisa diajarkan dari anak dengan usia 3 tahun. Karena pada usia tersebut anak sudah mulai mengerti tentang angka.

"Menabung itu bisa dimulai dari umur 3, di mana di umur 3 itu secara nalar anak-anak sudah mengerti tentang angka, hanya nabungnya itu nggak harus ke bank. Yang penting adalah mengajarkan mereka sesuatu yang disimpan itu akan baik untuk dia," pungkasnya.

Friday, 21 February 2014

MESSI AJA NUTUP AURAT, MASAK AGAN ENGGAAAA ???


Perintah menutup aurat sama wajibnya dengan perintah menjalankan shalat 5 waktu. Bagi yang menjalankannya mendapat pahala, dan bagi yang meninggalkannya berdosa.

aurat lelaki yang harus ditutupi dan tidak boleh dilihat orang lain adalah bagian tubuh antara pusar dan lutut. Nabi saw. bersabda, "Aurat lelaki mukmin adalah apa yang berada diantara pusar dan lututnya."

perkara ini telah banyak dilupakan kaum pria, terutama ketika beraktifitas di luar rumah hanya bercelana pendek dan menampakkan paha-paha mereka.

Rasulullah shallallahualaihi wasallam bersabda,
Seorang lelaki TIDAK BOLEH melihat aurat laki-laki yang lain dan seorang wanita juga TIDAK BOLEH melihat aurat wanita lain.(HR. Muslim no. 338)

Dalam hadits tersebut terdapat larangan bagi orang laki-laki melihat aurat laki-laki lain, dan wanita melihat aurat wanita lain. Larangan ini juga seringkali dilupakan bagi kaum laki-laki maupun perempuan.

banyak saudara-saudara kita beranggapan, larangan melihat aurat hanya berlaku untuk lawan jenis. Itu anggapan yang kurang benar. Larangan melihat aurat juga berlaku bagi SESAMA JENIS, maksudnya adalah laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki yang lain. Wanita pun juga demikian.

Gan, yukz kita jaga pandangan kita dari melihat aurat, baik itu lawan jenis maupun sesama jenis.



MESSI AJA NUTUP AURAT, MASAK AGAN ENGGaaa"?



 
 SUMBER

CARA MENUNDUKKAN PANDANGAN

Dalam kacamata syariah memang masalah pandangan adalah masalah yang sangat penting. Rasulullah menyebutkan hadisqudsi yang menerangkan bahwa pandangan itu seperti panah beracun. Pandangan itu adalah panah beracun di antara panah iblis, siapa yang meninggalkannya karena takut kepadaKu maka akan Aku gantikan dengan keimanan, yang ia dapatkan manisnya di dalam hatinya (HR ath-Thabranidan al-Hakim).

Tepat sekali Rasulullah membuat ibarat. Orang yang terkena panah beracun, kalaupun panahnya sudah dicabut, racun panah yang masuk kedalam tubuh akan tetap bekerja. Demikian juga pandangan mata, kalaupun obyek yang dilihat sudah tidak tampak di mata, namun pengaruh pandangan itu akan tetap mempengaruhi orang yang memandangnya. Di antara pengaruh pandangan itu adalah, malam menjadi tidak bisa tidur terbayang-bayang, makan terasa tidak enak, dan muncul rasa ingin bertemu dan seterusnya.

Di dalam pepatah arab kuno dikatakan, semua peristiwa, asalnya karena pandangan. Kebanyakan orang masuk neraka adalah karena dosa kecil. Permulaannya pandangan, kemudian senyum, lantas memberi salam, kemudian berbicara, lalu berjanji, dan sesudah itu bertemu. Menghadapi situasi yang seperti ini solusinya adalah menundukkan pandangan, sebagaimana firman Alloh. Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.� yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (An-Nuur:30).

Istilah menundukkan pandangan ini tidak sama dengan menundukkan kepala ketanah. Menundukkan pandangan juga bukan berarti memejamkan mata. Menundukkan pandangan ialah menjaga dan mengendalikan pandangan, tidak dilepaskan begitu saja tanpa kendali. Dengan pengertian demikian, dalam masalah menundukkan pandangan ini, tidak ada kata tidak bisa melakukan terus menerus.

Ketika kita tidak bisa menundukkan pandangan terus menerus berarti kita tidak bisa mengendalikan pandangan kita. Berarti kita tidak sanggup menahan hawa nafsu kita. Untuk lebih memahami makna menundukkan pandangan ini mari kita simak pesan Nabi kepada Ali bin AbiThalib; Hai Ali! Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya. Kamu hanya boleh pada pandangan pertama, adapun yang berikutnya tidak boleh�. (HR Ahmad, Abu DauddanTurmidzi). Hadis ini menunjukkan bahwa pandangan sekejap, atau penglihatan terhadap hal-hal yang haram sesaat yang pertama adalah pandangan yang diampuni.

Kewajiban kita untuk tidak memfokuskan pandangan kepada hal yang diharamkan itu. Ketika pandangan mata kita tertumbuk pada suatu obyek yang haram, kewajiban kita adalah menyingkirkan pandangan kita (menundukkan mata) keobjek yang lain. Jika kita tidak mau mengalihkannya, maka pandangan tersebut dinilai sebagai bentuk zina mata.

sahabat.. mari jaga pandangan kita.
   SUMBER